Social Profiles

Minggu, 30 September 2012

Cara Mendeteksi Dini & Pencegahan Kanker Serviks


Kanker leher rahim (kanker serviks) adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam leher rahim (bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina). Kanker ini merupakan kanker yang paling berbahaya dan menakutkan. Wanita sangat rentan dengan penyakit tersebut.

Menurut seorang ahli onkologi, Dr. Toto Imam, Sp.OG (K) Onk, dalam acara Talkshow Kesehatan dan Kecantikan bersama Dewi Sri Spa dan Rudy Hadisuwarno Cosmetic, yang diselenggarakan oleh Wanita TNI, "kanker serviks terjadi karena kuman. Hal ini juga terkait kuat dengan Human Papilloma Virus (HPV)."

"Gejalanya seperti keputihan atau cairan encer berbau, perdarahan di luar siklus haid, perdarahan sesudah menopause dan nyeri di daerah panggul," tutur Dr. Toto di Aula Gatot Subroto Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur.

Faktor risiko penyebab kanker serviks ini yaitu:

- Menikah atau melakukan hubungan seksual pada usia muda (< 16 tahun)

- Sering berganti-ganti pasangan seksual dan berhubungan seksual dengan pria yang sering berganti-ganti pasangan seksual

- Tidak merawat kebersihan alat kelamin

- Riwayat infeksi berulang di daerah kelamin atau radang panggul

- Wanita yang sering melahirkan

- Wanita perokok memiliki risiko dua kali lebih besar dibandingkan wanita bukan perokok

Untuk melakukan deteksi dini kanker serviks yaitu dengan melakukan papsmear. Papsmear ini merupakan pemeriksaan leher rahim (serviks) dengan menggunakan alat yang dinamakan speculum. Hal ini dilakukan oleh ahli kandungan ataupun bidan. Fungsi pemeriksaan ini untuk mengetahui adanya HPV ataupun sel karsinoma penyebab Kanker serviks tersebut.

Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja, kecuali saat sedang haid. Papsmear juga sebaiknya dilakukan setiap 1 tahun sekali oleh setiap wanita yang sudah melakukan hubungan seksual.

Jika hasil pemeriksaan papsmear positif, sebaiknya segera konsultasi dengan dokter untuk dilakukan pemeriksaan dan pengobatan secara lebih lanjut. Papsmear dianjurkan dilakukan secara rutin agar Kanker Leher Rahim lebih cepat ditemukan dan lebih besar kemungkinan sembuh.

Untuk pencegahan kanker serviks ini dapat dilakukan dengan melakukan vaksinasi setiap satu tahun sekali. Bisa juga dengan cara menganjurkan suami untuk menggunakan kondom saat melakukan hubungan seksual

»»  BACA SELANJUTNYA

3 Cara Alami Mengatasi Payudara yang Kendur

 
Payudara kendur seringkali menjadi masalah utama bagi para wanita dewasa. Walau banyak pakar kesehatan yang mengatakan hal ini adalah alami, tapi tak sedikit wanita yang berlomba-lomba ingin memperbaiki payudara yang tak kencang.

Salah satu solusi yang dirasa mudah dan cepat adalah operasi. Hasil yang didapat pun bisa dibilang cukup memuaskan. Sayangnya, operasi bukan tanpa risiko. Selain biaya yang mahal, Anda juga harus rutin melakukan operasi payudara selama lima hingga 10 tahun.

Menurut R. Foley, seorang konsultan masalah kesehatan payudara, ada empat cara murah dan alami yang bisa membantu mencegah kekenduran bahkan mengembalikan kekencangan payudara Anda. Seperti yang dikutip dari ezinearticles, berikut tiga cara tersebut.

1. Bra yang Tepat
Sangat penting untuk memilih bra yang berkualitas, dan sayangnya bra seperti ini tidak dijual dengan harga yang murah. Bra dengan kualitas terbaik dapat mengurangi bentuk payudara yang kendur, tidak sakit bila dikenakan dan yang pasti dapat membuat belahan dada Anda terlihat memukau. Ada banyak pilihan bra di pasaran, sebaiknya luangkan waktu untuk mencobanya.

2. Obat Herbal Pembesar Payudara
Penggunaan obat herbal baru-baru ini menjadi sangat populer di kalangan selebriti Hollywood. Obat herbal pembesar payudara memiliki reaksi yang lambat sampai akhirnya bisa mengencangkan payudara Anda. Hal ini karena obat tersebut membutuhkan waktu untuk mulai memproduksi jaringan payudara baru. Namun perlu diingat, tidak semua obat herbal di pasaran aman untuk dikonsumsi. Sebelum memutuskan untuk membeli, ada baiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter.

3. Olahraga Payudara
Sama seperti obat herbal, olahraga payudara juga memerlukan waktu lama. Walau begitu, cara mengencangkan payudara yang satu ini bebas dari risiko dan pastinya, murah. Payudara tidak mempunyai otot yang bisa digerakan, tapi latihan payudara ini merangsang otot dibelakang payudara yang berguna untuk mengencangkan payudara pada dinding dada. Olahraga ini lebih bermanfaat bagi wanita yang memiliki payudadara kecil ketimbang yang berpayudara besar.

»»  BACA SELANJUTNYA

3 Manfaat Kesehatan Memiliki Payudara Kecil


Tak sedikit wanita yang menginginkan bentuk payudara besar dan penuh. Namun menurut penelitian, payudara kecil justru memiliki manfaat terhadap kesehatan fisik serta mental seseorang. Seperti yang dikutip dari Cosmopolitan US, berikut ini alasan mengapa payudara kecil lebih baik.

1. Lebih Sensitif
Sebuah penelitian di University of Vienna menemukan bahwa payudara berukuran besar terkadang kurang sensitif, bila dibandingkan dengan payudara kecil. "Payudara besar memiliki jaringan lemak lebih banyak ketimbang jaringan kelenjar, yang merupakan bagian paling sensitif," ujar seksolog Rachael Ross, MD, PhD.

Dengan bentuk payudara kecil, kelenjar jadi lebih mudah untuk dirangsang selama foreplay. Hal itu karena, tidak adanya timbunan lemak di atas kelenjar-kelenjar tersebut. Tapi bukan berarti wanita berpayudara besar tak bisa merasakan rangsangan, hanya saja sentuhannya harus lebih kuat.

2. Lebih Sehat
"Memiliki payudara yang kecil akan lebih mudah mendeteksi adanya benjolan karena lapisannya lebih tipis. Selain bisa lebih mudah mendeteksi kanker, payudara yang kecil juga mengurangi risiko pegal pada leher," kata seorang onkologi Marisa Weiss.

Payudara berukuran besar memiliki beban yang cukup berat sehingga memberikan tekanan pada tubuh. Menurut Dr. Weiss, hal itu bisa mengubah postur tubuh dan menyebabkan sakit kepala.

3. Terlihat Lebih Muda
Pria dilahirkan untuk lebih mengenali wanita dengan payudara besar. Namun alasanya tidak seperti yang Anda pikirkan. Kembali pada jaman manusia purba, pria membutuhkan cara untuk mengetahui usia wanita. "Mereka harus melihat tanda-tanda fisik. Payudara besar dan mengendur, jadi indikator bahwa wanita itu berusia tua," ujar Satoshi Kanazawa, PhD, seorang psikolog evolusi di London School of Economics.

Oleh karena itu, akan sangat sulit menilai usia wanita yang memiliki payudara berukuran kecil. Dengan memiliki payudara kecil, Anda pun akan tampak jauh lebih muda. Ketimbang melakukan perawatan atau operasi payudara yang begitu menguras uang, tak ada salahya jika Anda mencoba cara di bawah ini.

»»  BACA SELANJUTNYA

7 Cara Agar Payudara Tetap Sehat


Kanker payudara merupakan penyakit yang paling menakutkan bagi para wanita. Terutama bagi wanita muda dan belum mempunyai anak. Untuk itu, Anda perlu menjaga kesehatan payudara sedini mungkin agar tetap sehat hingga tua.

"Risiko kanker payudara pada wanita muda lebih rendah bila dibandingkan dengan risiko kanker yang menyerang wanita tua. Namun, jika wanita muda terkena kanker payudara, penyakit itu bisa lebih agresif," tutur Debra Mangino, M.D., seorang dokter dari Memorial Sloan-Kettering Cancer Center di New York, Amerika.

Mangino menyarankan agar para wanita menjaga kesehatan dan memberikan perhatian lebih kepada payudara mereka. Salah satu caranya adalah dengan memiliki gaya hidup sehat. Seperti yang dikutip dari Women’s Health, simaklah tujuh cara berikut agar payudara selalu sehat dan jauh dari penyakit berbahaya.

1. Jaga Berat Badan
Selain mengganggu penampilan, berat badan yang berlebihan membuat tubuh rentan terhadap penyakit. "Berat badan yang berlebihan dapat meningkatkan risiko berkembangnya penyakit serta menurunkan sistem kekebalan tubuh," tutur Harold Freeman, M.D., ketua dan pendiri Ralph Lauren Center for Cancer and Prevention di New York, Amerika.

2. Olahraga
Berolahraga selama 45 menit hingga satu jam secara rutin bisa mencegah kanker payudara. Latihan kebugaran dapat membantu Anda meningkatkan fungsi kekebalan tubuh, mengurangi risiko obesitas, serta menurunkan kadar hormon estrogen dan insulin.

3. Kurangi Minum Alkohol
Penelitian menunjukkan bahwa dua gelas alkohol setiap hari dapat meningkatkan risiko kanker payudara sekitar 21 persen. Coba ganti alkohol atau wine dengan buah anggur dan jus buah. Resveratrol pada kulit anggur bisa membantu Anda mengurangi kadar estrogen yang memicu terjadinya kanker.

4. Konsumsi Sayuran
Diet dengan mengonsumsi makanan rendah lemak dapat mengurangi risiko Anda terkena kanker. Anda bisa tambahkan sayuran, seperti brokoli dan kangkung, ketika makan siang atau saat sarapan untuk menjaga kesehatan. Mereka mengandung sulforaphane yang diyakini mampu mencegah sel kanker agar berkembang biak. Memakan sayuran mentah juga bisa membantu Anda memerangi kanker payudara.

5. Mengetahui Sejarah Keluarga
"Sekitar 15 persen kasus kanker payudara berawal dari sejarah keluarga yang pernah mengalami penyakit tersebut," papar Freeman. Maka dari itu, penting mengetahui riwayat kesehatan keluarga Anda supaya bisa mendeteksi penyakit sedini mungkin.

6. Periksa Kesehatan Payudara
Periksa payudara Anda minimal setiap tiga tahun sekali ketika usia di bawah 40 tahun. Namun, bagi wanita berusia 40 tahun ke atas, lakukan pemeriksaan secara rutin, terutama bagi Anda yang mempunyai riwayat kanker payudara turunan. Peningkatan risiko kanker mungkin juga bisa dialami oleh wanita muda. Jika pemeriksaan dengan mammogram dirasa belum cukup, Anda bisa meminta dokter untuk melakukan Magnetic Resonance Imaging (MRI) atau sonogram.

7. Tes Genetika/Tes DNA
Tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) penting untuk mendeteksi penyakit. "Saat kanker menyerang wanita muda mungkin karena adanya mutasi Breast Cancer (BRCA),” jelas Mangino. Untuk berjaga-jaga, lakukan test DNA supaya Anda bisa menghindari risiko kanker payudara.

»»  BACA SELANJUTNYA

Apa yang Buat Payudara Nyeri Saat Jelang Menstruasi?


Menjelang haid, tubuh wanita mengalami banyak perubahan yang dinamai PMS (premenstrual syndrome). Selain mood yang naik turun, gejala PMS seringkali ditandai dengan timbulnya rasa nyeri pada payudara. Mengapa bisa terjadi?

Menurut dr. Dhely Lesthama SpOG, dokter spesiali obstetri-ginekologi, Payudara nyeri atau terasa membesar sebelum dan saat menstruasi adalah normal dan tidak berbahaya jika nyerinya tidak terjadi terus menerus. Nyeri tersebut terjadi karena adanya perubahan hormon estrogen.

Hal yang tak jauh berbeda diungkap oleh dr Denni Joko Purwanto SpBK Onk, spesialis bedah onkolog. Menurut dr Denni, saat menjelang mensturasi payudara wanita secara fisiologis dipengaruhi oleh hormon. Akibatnya, payudara menjadi sembab dan kencang sehingga timbul rasa nyeri.

Menurut pakar kesehatan, banyak hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri saat haid. Mulai dari mengonsumsi makanan sehat, menjauhi makanan yang mengandung banyak garam, berolahraga sampai melakukan akupuntur.

Namun untuk urusan nyeri payudara karena haid, pijat adalah salah satu cara yang paling tepat. Caranya? Oleskan minyak pijat seperti, minyak aromaterapi, minyak telon atau minyak zaitun, di sekitar payudara.

Berikan pijatan dengan gerakan melingkar, dari luar ke dalam. Jika terasa nyeri, perlambat dan kurangi tekanan pijatan. Hindari memijat bagian puting, karena area tersebut akan terasa sangat nyeri saat haid.

Selain itu, menurut beberapa penelitian dari Touch Research Institute di University of Miami Medical School, pijat efektif mengurangi gejala PMS, terutama gejala depresi dan rasa sakit. Pijat mendorong sirkulasi getah bening dan dapat mengurangi retensi cairan.

Wanita juga harus minum banyak air untuk membantu membuang kelebihan racun dan cairan dari tubuh setelah pemijatan. Karena pijat adalah teknik non-invasif dan bebas kimia, maka dipastikan aman bagi hampir semua orang.

»»  BACA SELANJUTNYA

Sering Tahan Pipis? Hati-hati Infeksi Saluran Kemih



Infeksi saluran kemih merupakan salah satu penyakit yang paling menakutkan karena sering dikaitkan dengan penyakit serius, seperti kanker. Infeksi saluran kemih atau 'anyang-anyangan' merupakan infeksi akibat bakteri di saluran kencing. Bakteri tersebut menempel dan berkembang biak di saluran kemih.

Penyakit ini pada umumnya menyerang wanita. Gejalanya, mulai dari frekuensi buang air kecil yang berlebihan, hingga mengeluarkan darah saat buang air kecil. Simak beberapa kebiasaan yang dapat mencegah risiko infeksi saluran kemih, seperti dikutip dari detikhealth.

1. Hindari Menunda-nunda Buang Air Kecil

Jika merasa ingin buang air, segeralah mencari toilet dan jangan ditahan-tahan. Menunda kencing merupakan salah satu penyebab infeksi saluran kemih.

2. Perbanyak Minum Air Putih

Cara terbarik untuk mencegah infeksi saluran kencing adalah membuat proses urinasi atau pembentukan urin berjalan lancar. Salah satu caranya adalah minum 8 hingga 10 gelas air putih setiap hari.

3. Biasakan Buang Air Kecil Setelah Seks

Kemungkinan tertular kuman saat berhubungan seks bisa dikurangi dengan cara buang air kecil setelah berhubungan seks. Atau paling tidak, bersihkan Mr P atau Miss V dari kotoran dan sisa-sisa lendir yang masih menempel.

4. Perhatikan Kebersihan Toilet Umum

Sebisa mungkin hindari toilet umum model duduk, karena terkadang tidak terjamin kebersihannya. Jika terpaksa, oleskan pembersih kuman khusus di atas dudukan toilet sebelum menggunakannya.

5. Siram Atau Flush WC Sebelum Digunakan

Sebelum digunakan, WC maupun tempat buang air pria (urinoir) sebaiknya disiram atau di-flush untuk mengurangi kuman yang berada di tempat itu. Jangan lupa, setelah digunakan juga harus disiram kembali.

6. Bersihkan Organ Genital Setelah Pipis

Wanita sudah terbiasa membersihkan organ genitalnya setelah buang air kecil. Namun ada beberapa yang agak susah melakukannya. Paling tidak biasakan mengelap atau memastikan tidak ada sisa tetesan urin di alat kelamin yang bisa ditumbuhi kuman.

7. Gunakan Celana Dalam dari Katun

Celana dalam dari bahan yang agak longgar dan sejuk membuat sirkulasi udara lebih lancar, sehingga tidak lembab. Area genital yang lembab karena berkeringat sangat disukai kuman sebagai tempat untuk berkembang biak.

8. Wajib Bersihkan Area Genital Seusai Buang Air Besar

Bakteri normal di saluran pencernaan bisa memicu infeksi jika berada di saluran kemih. Agar kuman-kuman itu tidak sampai terdampar ke area genital, pastikan Anda sudah membersihkannya setelah buang air besar.

9. Basuh Miss V dari Depan ke Belakang

Cara membasuh akan sangat mempengaruhi risiko infeksi saluran kemih, khususnya pada wanita. Membasuh dari depan ke belakang akan mengurangi risiko perpindahan bakteri dari anus ke miss V.

10. Ganti Pembalut Tiap 2-3 Jam

Selama menstruasi, sangat dianjurkan untuk sering-sering ganti pembalut meski darah yang keluar tidak terlalu banyak. Pembalut lebih disarankan daripada tampon, karena letaknya di luar rongga tubuh sehingga lebih aman dari risiko infeksi.

»»  BACA SELANJUTNYA

4 Hal Tak Terduga yang Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara




Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang paling banyak dialami oleh wanita. Paparan sinar radiasi yang terlalu lama, merokok dan minum alkohol disebut-sebut penyebab timbulnya kanker payudara. Namun, ada beberapa kebiasaan yang sebenarnya dapat meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Ini dia empat hal itu.

1. Salah Pilih Vitamin
Karolinska Institute, Stockholm, Swedia menemukan bahwa salah pilih vitamin dapat memperbesar risiko terkena penyakit kanker payudara. Penelitian terhadap 35 ribu wanita 39-83 dalam waktu 10 tahun menunjukkan, para wanita yang terbiasa mengkonsumsi multivitamin setiap hari justru memiliki risiko 20 persen lebih besar terkena kanker payudara ketimbang wanita yang tidak mengkonsumsi multivitamin. Dalam penelitian lebih lanjut dijelaskan, beberapa bahan yang terkandung dalam multivitamin seperti folid acid adalah yang menyebabkan sel tumor menjadi hidup dan tumbuh.

2. Duduk Terlalu Lama
Sebuah penelitian berskala besar yang dipaparkan dalam konferensi tahunan, American Institute for Cancer Research, telah mengungkapkan adanya hubungan kuat antara aktivitas seseorang dengan pertumbuhan sel yang tak teratur. Para peneliti mengatakan, terdapat 92 ribu kasus mengenai kanker payudara dan usus besar dalam setahun yang dikaitkan dengan kurangnya olahraga. Dengan adanya hasil penelitian itu, orang diwajibkan bergerak selama satu hingga dua menit ketika sedang duduk lama.

3. Sering Bekerja Lembur
Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Occupational and Environmental Medicine menunjukan bahwa wanita yang bekerja di malam hari cenderung berisiko terkena kanker payudara. Penelitian yang didukung Danish Cancer Society itu melibatkan 18.500 wanita yang bekerja di Angkatan Darat Denmark antara tahun 1964 dan 1999.

Para peneliti berhasil menghubungi 210 dari total 218 wanita yang terkena kanker payudara peridoe 1990-2003 yang masih hidup. Penelitian tersebut memberikan peringatan bahwa risiko wanita terkena kanker karena bekerja di malam hari dapat mencapai 40 persen. Risiko akan semakin meningkat ketika seorang wanita harus bekerja di malam hari, dua kali dalam sepekan.

4. Kurang Waktu Tidur
Penelitian yang dilakukan oleh Case Western Reserve University School of Medicine mengungkapkan bahwa menemukan bahwa wanita yang memiliki waktu tidur rata-rata per malamnya kurang dari enam jam tidur untuk dua tahun terakhir, memiliki skor Oncotype DX yang tinggi dan risiko kekambuhan kanker daripada wanita yang memiliki waktu tidur lebih lama. Oncotype DX adalah tes medis, dimana hasilnya dapat membantu dokter untuk menentukan jenis pengobatan untuk tahap awal kanker payudara dan memprediksi kemungkinan kekambuhan kanker.

"Kurang tidur dapat memicu tumor kanker payudara yang agresif, tetapi penelitian lebih lanjut perlu dilakukan ke arah ini," kata Dr. Cheryl Thompson, pemimpin penelitian dan asisten profesor di Case Western Reserve University School.
»»  BACA SELANJUTNYA