Social Profiles

Sabtu, 27 Oktober 2012

FYI, Ini Daftar Lagu yang Paling Disuka Untuk Iringi Bercinta



Film tanpa iringan musik tentu terasa hambar. Musik seringkali dapat membawa penonton lebih terbawa emosi yang ingin ditampilkan dalam situasi tertentu. Dalam urusan ranjang pun, musik dapat mempengaruhi gairah pasangan.

Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa musik sama pentingnya dengan kondisi tubuh agar dapat membuat pasangan terkesan di tempat tidur. Seorang neuroscientist dari London University bernama Dr Daniel Mullensiefen menunjukkan bahwa musik sama pentingnya dengan perasaan dan aroma tubuh pasangan.

Yang mengejutkan, sebanyak 40 persen peserta mengaku bahwa mendengarkan musik lebih membangkitkan gairah dibanding sentuhan saat berhubungan seks. Maka tidak mengherankan jika beberapa jenis musik tertentu seringkali dijadikan musik pengiring adegan-adegan erotis di film.

"Penelitian baru ini menunjukkan bahwa mendengarkan musik sekarang dianggap sama pentingnya dengan sensasi lain seperti suara, sentuhan dan bau. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara keintiman dengan pasangan dan musik adalah cukup kuat," kata Dr Mullensiefen seperti dilansir Female First, Rabu (24/10/2012).

Survei juga menunjukkan bahwa kebanyakan orang rela mengubah selera musik apabila tujuannya untuk merayu pasangan. Pria lebih cenderung mau berkompromi saat merayu seorang wanita. Beberapa pria yang menyukai musik bergenre metal nan cadas pun bersedia memutar lagu-lagu romantis.

Bahkan sekitar sepertiga peserta mengatakan bahwa mendengarkan musik lebih menyenangkan ketimbang seks. Grup band asal Inggris, 'Queen' berada dalam daftar paling atas tangga lagu pengantar bercinta. Lagu-lagunya yang berjudul Bohemian Rhapsody, Don't Stop Me Now, I Want To Break Free dan Who Wants To Live Forever yang paling banyak digandrungi.

Lagu berjudul Sex on Fire yang dinyanyikan Kings of Leon juga muncul dalam daftar musik paling disukai bareng dengan lagu Robbie Williams yang berjudul Angels. Lagu-lagu yang paling banyak disukai saat suasana romantis adalah yang lembut, ceria dan membuat perasaan jadi bahagia.

"Mayoritas lagu yang dipilih dalam kategori ini memiliki kualitas yang berdampak emosional cukup besar pada pendengarnya. Lagu-lagunya biasanya lebih panjang durasinya dengan musikalitas yang dramatis," kata Dr Mullensiefen.

Berikut adalah 20 lagu teratas yang paling banyak didengarkan selama bercinta, yaitu:

1. Soundtrack film lawas, Dirty Dancing

2. Sexual Healing, dinyanyikan oleh oleh Marvin Gaye

3. Bolero, dinyanyikan oleh oleh Ravel

4. Take My Breath Away, dinyanyikan oleh oleh Berlin

5. Semua lagu yang dibawakan Barry White

6. Let's Get It On, dinyanyikan oleh oleh Marvin Gaye

7. Unchained Melody, dinyanyikan oleh oleh Righteous Brothers

8. Soundtrack Titanic berjudul My Heart Will Go On yang dinyanyikan Celine Dion

9. Je T'aime, dinyanyikan oleh Serge Gainsbourg

10. I Will Always Love You, dinyanyikan oleh Whitney Houston

11. I Don't Want to Miss A Thing, dinyanyikan Aerosmith

12. Sex On Fire, dinyanyikan oleh Kings of Leon

13. Sound of Music, dinyanyikan oleh Rodgers & Hammerstein

14. 1812 Overture, dinyanyikan oleh Tchaikovsky

15. Soundtrack film lawas, Grease

16. I Feel Love, dinyanyikan oleh Donna Summer

17. I'll Make Love to You, dinyanyikan oleh Boyz II Men

18. Mama Mia, dinyanyikan oleh Abba

19. Sex Bomb, dinyanyikan oleh Tom Jones

20. Soundtrack film Star Wars


»»  BACA SELANJUTNYA

Remaja yang Mendapat Pendidikan Seks Cenderung Tak Neko-neko



Meski dianggap sebagai topik yang tabu dibicarakan, nyatanya tingginya kecenderungan seks bebas dan angka kehamilan di luar nikah di kalangan generasi muda menunjukkan bahwa pendidikan seks itu sebenarnya sangatlah diperlukan.

Sejumlah studi terbaru menyatakan bahwa remaja AS yang mendapatkan informasi memadai tentang seks lebih cenderung untuk tidak melakukan hubungan seksual terlalu dini dan memutuskan untuk menggunakan kondom dan alat kontrasepsi saat dewasa.

Advocates for Youth, sebuah organisasi non-profit yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi telah mengevaluasi pendidikan seks di penjuru AS dan menemukan bahwa program pendidikan seks yang komprehensif memberikan sarana bagi para remaja usia sekolah untuk melindungi dirinya sendiri dari penyakit menular seksual dan kehamilan yang tak diinginkan.

Organisasi ini juga menemukan bahwa program pelarangan seks justru tidak mempengaruhi perilaku seksual atau mengurangi penyebaran infeksi menular sekolah maupun tingkat kehamilan di kalangan remaja AS secara signifikan.

Dari hasil analisis yang dilakukan tim peneliti University of Washington terhadap National Survey of Family Growth yang digelar oleh CDC dikemukakan bahwa remaja berusia 15-19 tahun memiliki kecenderungan 50 persen lebih kecil untuk mengalami kehamilan jika mereka menerima pendidikan seks yang memadai bila dibandingkan dengan hanya melarangnya melakukan seks bebas.

Namun meski beberapa studi di sejumlah negara bagian di AS menyatakan bahwa 70-90 persen orangtua mendukung diberikannya pendidikan seks untuk anak-anak, memutuskan untuk memberikan pendidikan seks atau tidak pada anak sudah cukup membuat orangtua stres.

Elizabeth Shroeder, direktur eksekutif organisasi pendidikan seks berskala nasional, Answer yang berbasis di Rutgers University, New Jersey mengatakan bahwa jika orangtua ingin anak-anaknya sehat maka mereka harus mendukung diberikannya pendidikan seks di sekolah.

"Jika ada orangtua yang tak berkenan anak-anaknya diberi pendidikan seks di sekolah maka sebenarnya mereka melakukannya agar bisa menghindari dari pembahasan terhadap topik sensitif itu. Namun sebenarnya ini adalah kesalahan yang sangat besar jika mereka membiarkan anak-anaknya tak siap menghadapi apa yang akan terjadi di masa depan," terang Shroeder seperti dilansir dari everydayhealth, Selasa (28/8/2012).

Padahal organisasi non-profit di bidang kesehatan reproduksi lainnya, Guttmacher Institute menunjukkan bahwa remaja yang aktif secara seksual dan tidak menggunakan alat kontrasepsi ketika melakukan hubungan seks bebas berpeluang 90 persen mengalami kehamilan hanya dalam kurun waktu satu tahun.

Shroeder memaklumi bahwa pendidikan seks itu sendiri sangat kompleks dan membutuhkan masukan dari berbagai pihak yaitu profesional di bidang kesehatan dan guru hingga orangtua.

"Tapi kami percaya bahwa orangtua merupakan pendidik seks yang paling signifikan bagi anak-anaknya, tapi gagasan bahwa menjadi orangtua membuat mereka secara otomatis dianggap siap untuk melakukan pekerjaan ini justru memberikan beban dan tekanan pada orangtua itu sendiri," tambahnya.

Pendidikan seks dapat memberikan pengetahuan kepada anak-anak tentang cara mencegah penyakit HIV dan infeksi menular seksual lainnya. Para siswa akan didorong untuk mempelajari bagaimana berkata tidak pada seks bebas dan bagaimana membuat pilihan yang aman saat berhubungan seksual termasuk dalam hal penggunaan kondom.

Para siswa juga diajari bagaimana cara memahami dan mencegah kekerasan seksual dan mendorong mereka untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dianggap tabu itu pada orangtua atau dokter agar tidak memunculkan rasa penasaran.

Untuk menciptakan standar pendidikan seks yang lebih komprehensif dan mempromosikan pentingnya kurikulum pendidikan seks, berbagai organisasi yang bergerak di bidang kesehatan reproduksi termasuk Answer dan Advocates for Youth juga mempublikasikan National Sexuality Education Standards pada bulan Januari 2012. Sejumlah organisasi ini berharap dengan adanya standar semacam ini maka pendidikan seks di seluruh negara bagian di AS dapat disamaratakan hasilnya dan dijalankan secara konsisten.

Selain itu, agar para orangtua dapat memastikan bahwa informasi tentang seksualitas yang diterima dan dipelajari oleh anaknya akurat dan sesuai dengan perkembangan usianya, Shroeder menawarkan beberapa tips yaitu:

1. Tanyakan pada sekolah kurikulum pendidikan seks seperti apa yang diajarkan pada anaknya. Jika ada referensinya, cek siapa penulisnya dan bagaimana kredibilitasnya.

2. Cek apakah kurikulum yang diajarkan merupakan publikasi dari organisasi tertentu dan jika iya apa misi, nilai dan kepercayaan yang dibawa oleh organisasi tersebut.

3. Pastikan kurikulumnya telah dievaluasi atau setidaknya akurasi medisnya telah diperiksa atau terbukti benar.

4. Cari tahu siapakah yang mengajarkan pendidikan seks di sekolah dan bagaimana orang itu (guru, dokter atau perawat sekolah) bisa terpilih untuk memberikan pelajaran tentang seks.

Shroeder pun menambahkan, orangtua yang terbaik merupakan orangtua yang informatif. "Pakar pendidikan kesehatan seksual dapat memberikan dukungan pada orangtua dalam hal membangun keterampilan yang mereka butuhkan untuk menjadi orangtua yang 'bisa ditanyai' terkait berbagai informasi tentang seksualitas," katanya.

Di dalam situs organisasi Answer juga dipaparkan berbagai buku tentang seksualitas yang disesuaikan dengan kelompok usia anak-anak berikut daftar referensi yang bisa digunakan orangtua untuk mempelajari pendidikan seksual agar mereka dapat menjawab berbagai pertanyaan yang diajukan oleh anak-anaknya

»»  BACA SELANJUTNYA

Beberapa Pertanyaan Seks dari Anak dan Bagaimana Cara Menjawabnya



Orangtua kerap terkaget-kaget jika si kecil bertanya hal-hal yang terkait seks. 'Ibu penis itu apa?', 'Apa penis bisa copot?', 'Kenapa anak laki pipis sambil berdiri?', 'Kenapa ibu punya payudara?'. Cari tahu bagaimana cara menjawabnya.

Kemajuan teknologi membuat anak mudah mendapat informasi dari mana pun. Jadi jangan heran jika anak-anak sekarang sangat kritis dan selalu ingin tahu mengenai segala hal termasuk tentang seks dan organ pribadinya.

Karena itu orangtua harus mulai mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan seputar hal tersebut. Hal ini untuk menghindari anak mencari tahu dari sumber yang salah sehingga bisa membuat persepsi yang salah mengenai seks.

Seperti dikutip dari buku Questions Kids Ask About Sex, karangan J. Thomas Fitch dan Melissa R. Cox, yang diterbitkan ANDI, Senin (2/7/2012) ada beberapa pertanyaan seputar seks yang biasanya diajukan oleh si kecil dan cara menjawab bagi orangtuanya, yaitu:

Contoh pertanyaan dan jawaban untuk anak-anak di bawah 5 tahun (balita):

Dari mana aku berasal?
Kebanyakan balita selalu menanyakan dari mana ia datang dan bagaimana ia diciptakan. Tapi orangtua juga harus mengetahui apa yang ingin diketahui oleh anaknya. Jika si kecil ingin tahu mengenai proses kelahiran maka orangtua bisa menjawab dengan "Kamu tumbuh di dalam perut ibu dan semua ibu punya tempat khusus di mana bayi bisa tumbuh di dalamnya. Tempat tersebut dinamakan rahim atau kandungan, jika waktunya sudah siap maka kamu akan keluar dari perut ibu".

Bagaimana caranya bayi keluar?
Ibu bisa menjawab, "Para ibu memiliki lubang khusus di antara kedua kakinya yang disebut dengan vagina, ditempat itulah bayi akan keluar ketika waktunya sudah tiba".

Bagaimana bayi masuk ke dalam tubuh?
"Ibu membuat telur yang sangat kecil-kecil di dalam tubuhnya. Kemudian telur itu akan keluar, dan jika bertemu dengan sperma dari ayah maka telur itu mulai tumbuh menjadi bayi. Karenanya untuk menghasilkan bayi dibutuhkan ayah dan ibu".

Apakah aku juga akan punya bayi?
Jika anak perempuan yang menanyakan hal ini, maka bisa menjawab "Ya, ketika kamu dewasa dan menikah mungkin kamu akan memiliki bayi". Tapi jika anak laki-laki yang bertanya, maka bisa menjawab, "Tidak bisa, anak laki-laki tidak memiliki tempat khusus untuk bayi seperti yang ada pada perempuan".

Mengapa ibu punya payudara?
"Ibu memiliki payudara untuk menyusui bayinya yang baru lahir, karena ASI (air susu ibu) adalah makanan terbaik untuk bayi".

Apa itu penis?
"Penis adalah bagian tubuh yang berbentuk seperti jari dan menggantung di antara kedua kaki anak laki-laki atau lelaki dewasa, penis ini akan bertambah besar seiring pertumbuhan anak laki-laki tersebut. Dengan bagian tubuh itu, laki-laki bisa buang air kecil".

Apa penisku bisa lepas?
"Tidak bisa, penis akan selalu menjadi bagian dari tubuh. Bagian ini sama seperti hidung atau telinga yang akan bertambah besar tapi tidak akan terlepas".

Bolehkah temanku memegang penisku?
"Tidak boleh. Penis adalah bagian tubuh yang hanya menjadi milik orang tersebut dan merupakan milik pribadi. Tak seorangpun boleh memegangnya, kecuali ada masalah pada penis sehingga perlu diperiksa oleh dokter atau orangtua. Selain itu kamu juga tidak boleh memegang penis temanmu, atau vagina teman perempuanmu".

Apa itu vagina?
"Vagina adalah bagian tubuh perempuan yang digunakan untuk buang air kecil. Vagina merupakan jalan keluarnya bayi jika seorang perempuan sudah dewasa".

Mengapa aku punya pusar?
"Pusar adalah tempat tali pusar tersambung saat masih berada di dalam perut ibu. Pusar itulah yang membantu bayi untuk makan dan minum saat dikandungan".

Kenapa anak perempuan pipis sambil jongkok di kamar mandi?
"Anak perempuan ke kamar mandi sambil berjongkok atau duduk karena alat kelaminnya berada di dalam tubuh, dan saluran kemihnya (saluran tempat keluarnya air seni) berada di antara kedua kakinya".

Kenapa anak laki-laki pipis sambil berdiri?
"Anak laki-laki pergi ke kamar mandi sambil berdiri karena saluran kemihnya berada di penis. Karena penis berada di luar tubuh, maka anak laki-laki dapat buang air kecil sambil berdiri. Tapi anak laki-laki akan jongkok atau duduk jika buang air besar".

Bagaimana jika anak bertanya apa itu seks atau bercinta?

Menurut J. Thomas Fitch anak tahu istilah ini biasanya mendengar dari orang yang lebih tua, atau dari televisi. Jika anak tanya apa itu seks, menurut Thomas sebaiknya orangtua bisa balik bertanya dulu. "Menurut kamu apa itu seks?", "Apa yang sudah kamu dengar tentang seks?".

Dari jawaban anak akan memberi petunjuk mengenai apa yang telah didengarnya dan membantu orangtua bagaimana harus menjawabnya.

Jika anak menunjukkan keingintahuan tapi hanya samar-samar info yang diperolehnya bisa diberikan jawaban, "Bercinta adalah cara ayah dan ibu menunjukkan bahwa kami saling mencintai dan kami akan saling memeluk erat".

Tapi jika anak sudah mengerti sedikit bisa diberi penjelasan, "Ketika ayah dan ibu bercinta, ayah memasukkan sperma ke dalam tubuh ibu dengan cara ini seorang bayi bisa dibuat".

»»  BACA SELANJUTNYA

13 Hal yang Tak Anda Tahu Soal Bercinta Pasca Lahiran



Pasca melahirkan sebagian pasangan akan merasa kikuk saat berhubungan seksual lagi. Banyak pakar yang menyatakan situasi seperti ini sangatlah normal jadi pasangan tak perlu merasa khawatir jika nantinya mereka harus menghadapinya.

Agar lebih bisa mengantisipasi situasi ini, pasangan juga harus tahu beberapa fakta penting yang selama ini jarang diungkap soal bercinta pasca melahirkan. Dengan begitu pasangan takkan merasa kaget atau panik jika suatu saat keduanya mengalami hal semacam ini.

Untuk lebih jelasnya, simak paparan 13 fakta yang jarang diungkap soal bercinta pasca melahirkan seperti halnya dilansir dari ivillage, Selasa (2/10/2012) berikut ini.

1. Bercinta setelah melahirkan itu lebih menakutkan dari pertama kali bercinta
Jika proses kelahiran bayi Anda tanpa komplikasi, dokter akan memberi Anda lampu hijau agar bisa berhubungan seksual kembali dengan pasangan enam minggu setelah melahirkan. Meski Anda sudah tak perawan lagi tapi kemungkinan besar kaki Anda akan gemetaran saat bercinta, seperti halnya ketika pertama kali melakukannya.

Bahkan hal ini mempengaruhi proses keluarnya cairan seksual dari tubuh Anda karena banyak dari ibu-ibu yang mengaku tak nyaman. Meski terkadang ada perasaan menyenangkan diantaranya, sangat normal bagi para ibu ini untuk merasakan panik dengan kadar tertentu akibat trauma melahirkan.

2. Seks bukanlah prioritas Anda
Perhatian Anda tentu telah teralihkan oleh kehadiran si buah hati. Anda akan lebih banyak disibukkan dengan menyusui atau mengganti popok bayi hingga membaca buku-buku tentang cara mengasuh anak. Setelah tugas-tugas itu menghabiskan waktu Anda seharian, tentu yang Anda inginkan hanyalah beristirahat, bukannya bercinta.

3. Anda bisa jadi merasa paling seksi dan berkuasa
Setelah melahirkan mungkin muncul perasaan yang luar biasa dari diri Anda. Payudara Anda tampak membesar dan rambut Anda terlihat lebih tebal sekaligus lebih bersinar dari biasanya dan Anda bangga telah berhasil melalui proses melahirkan yang dirasakan sulit bagi setiap wanita. 

Kombinasi perasaan ini terkadang membuat sejumlah wanita menjadi sangat bergairah dan melampiaskan segala gairah seksualnya pada pasangan secara menggebu-gebu.

4. Merawat anak itu bukan pengganti pengendali kelahiran
Ketika wanita tengah menyusui maka mereka takkan mengalami menstruasi selama beberapa bulan tapi Anda masih bisa berovulasi. Hal itulah yang memunculkan kemungkinan untuk hamil lagi sehingga Anda tetap perlu menggunakan kondom atau alat pengendali kehamilan lainnya ketika berhubungan seksual pasca melahirkan.

5. Suami akan merasa tubuh Anda pasca melahirkan begitu menggoda
Pasca melahirkan, sejumlah wanita akan merasa tubuhnya kurang menarik tapi tidak dengan suaminya. Secara ajaib suami akan justru lebih tertarik pada tubuh Anda setelah melahirkan dan tak sabar untuk segera bercinta dengan Anda.

6. Untuk sementara, mungkin Anda harus memalsukan orgasme terlebih dulu
Banyak pria yang mudah terangsang dan ereksi ketika bercinta dengan istrinya yang baru saja melahirkan tapi belum tentu bagi sang istri sendiri. Bisa jadi wanita memerlukan lebih banyak rayuan dan rangsangan ketika bercinta, terutama di tengah bertambahnya tanggung jawab sebagai ibu.

Meski Anda menikmati dicumbu oleh suami mungkin Anda perlu waktu untuk menyesuaikan diri lagi dengan perasaan menggelegak yang ada pada diri Anda seperti halnya saat hendak orgasme, tapi bukan berarti itu adalah orgasme. Jadi untuk 'membahagiakan' suami Anda, mungkin Anda harus memalsukannya terlebih dulu sampai Anda benar-benar merasakannya lagi.

7. Rengekan kecil saja bisa membunuh mood bercinta Anda
Anda mulai bisa menikmati ritual bercinta dengan pasangan dan tahu-tahu bayi Anda rewel. Lalu sekeras apapun Anda mencoba untuk membiarkannya karena Anda tahu bayi akan baik-baik saja jika dibiarkan selama 10 menit tapi insting keibuan Anda tentu takkan tinggal diam.

8. Tiba-tiba pasangan kehilangan minat bercinta
Meski sebagian besar pria akan semakin terangsang tiap kali melihat wanita yang melahirkan anaknya tapi ada juga sejumlah pria yang mengaku panik ketika membayangkan harus bercinta dengan 'ibu seseorang'.

Tapi kondisi ini tak bersifat permanen. Dengan sedikit rayuan dan mengenakan lingerie favoritnya maka bisa jadi si dia akan dengan cepat menangkap sinyal bercinta dari Anda.

9. Payudara Anda takkan berpartisipasi dalam ritual bercinta untuk sementara
Meski Anda suka melibatkan organ penting itu saat bercinta dengan pasangan, tapi dalam beberapa bulan pertama pasca melahirkan, kedua payudara akan menjadi lembek dan tak begitu erotis sehingga bisa dipastikan takkan mampu memuaskan pasangan.

Oleh karena itu untuk sementara tak usah libatkan kedua payudara dalam ritual bercinta Anda dengan pasangan. Hal ini juga dilakukan demi kesehatan dan pertumbuhan si bayi yang menggantungkan hidupnya dari ASI.

10. Jika melahirkan secara normal, Anda akan khawatir dengan kondisi vagina Anda
Saat lahir, otomatis Anda akan mengira jika si bayi telah menyebabkan sejumlah kerusakan, terutama pada bagian tubuh terintim Anda yaitu vagina. Tapi faktanya vagina dirancang khusus untuk bisa mendorong bayi keluar lalu kembali ke bentuknya semula dengan cepat.

Sebagian wanita mengaku jika lubang kewanitaannya terasa sedikit longgar selama beberapa minggu atau bulan pasca melahirkan, sebagian lagi bersikeras merasa seperti kembali perawan. Tapi satu hal yang dapat Anda pastikan adalah seks dengan orgasme paling seru itu berlangsung setelah melahirkan.

11. Pelumas akan menjadi sahabat baru Anda saat bercinta
Terkadang setelah melahirkan, hormon yang Anda perlukan bercinta takkan banyak membantu Anda untuk terangsang ataupun merasa seksi. Padahal rendahnya kadar estrogen dapat mengakibatkan jaringan vagina menjadi sangat kering.

Meski kondisi ini terbilang alami, normal dan bukannya tanda-tanda yang menunjukkan Anda tak terangsang, para pakar merekomendasikan agar Anda menggunakan pelumas berbahan air demi kelancaran proses bercinta Anda. Pelumas ini juga bisa merangsang hormon-hormon Anda untuk kembali ke kondisi normal.

12. Anda akan tetap melakukannya meski si bayi ada di kamar Anda
Karena usianya yang masih sangat belia dan belum bisa berbuat apa-apa maka para ibu pun cenderung tak bisa membiarkan anaknya sendirian atau jauh dari pengawasannya. Bahkan banyak ibu yang meletakkan bayinya di kamar tidur selama beberapa bulan pertama pasca kelahiran. 

Hal itu berarti jika Anda berniat untuk melakukan hubungan seksual dengan pasangan maka Anda harus melakukannya di tempat yang sama. Tak perlu khawatir, ketika tertidur seorang bayi benar-benar tak bisa melihat atau mendengar sesuatu yang terjadi di sekitarnya.

13. Suami bisa terlihat sangat seksi jika terlihat kebapakan
Seorang pria akan terlihat sangat jantan dan menarik ketika menggendong atau bermain dengan si buah hati.

Bagi kebanyakan wanita yang seringkali haus akan koneksi emosional dengan pasangan sebelum berhubungan seksual, ikatan dengan bayi merupakan afrodisiak yang luar biasa. 

Jangan heran jika ketika Anda asyik menimang si buah hati, tahu-tahu istri Anda mencumbu atau mengajak Anda ke kamar untuk melakukan quick sex.

»»  BACA SELANJUTNYA

Jumat, 26 Oktober 2012

Ini dia, Mitos dan Fakta Seputar Seks Remaja



Mitos seputar seks banyak beredar di masyarakat dan sebagian besar masih dipercaya oleh kaum remaja. Mitos-mitos seputar seks apa saja yang dipercaya oleh kaum remaja?

Sebagian besar remaja kadang masih bingung dengan perubahan yang terjadi pada tubuhnya selama masa pubertas, dan terkadang informasi yang diterima mengenai hal ini tidak benar atau kurang lengkap terutama mengenai seks.

Berikut ini adalah mitos-mitos seputar seks yang masih banyak dipercaya oleh kaum remaja, seperti dikutip dari Lifemojo, Kamis (16/8/2012) yaitu:

1. Masturbasi bisa menyebabkan impotensi
Impotensi sama sekali tidak terkait dengan masturbasi, karena masturbasi adalah hal yang sehat dan tidak memiliki efek buruk pada tubuh. Selain itu masturbasi juga mencegah kaum remaja melakukan seks secara nyata dan memiliki hubungan seks tanpa kondom.

2. Perempuan harus mengeluarkan darah saat pertama kali melakukan hubungan seks
Perempuan yang berdarah saat melakukan hubungan seks diakibatkan oleh rusaknya selaput dara. Tapi kerusakan selaput dara ini tidak hanya disebabkan oleh seks, namun bisa akibat aktivitas yang terlalu ketat atau kegiatan fisik yang intens. Hal ini karena selaput dara sangat tipis dan mudah rusak.

3. Perempuan tidak menikmati seks sebanyak laki-laki
Padahal perempuan menikmati seks sebanyak laki-laki dan bahkan perempuan bisa mencapai orgasme ganda, sesuatu yang biasanya tidak bisa didapatkan oleh laki-laki. Jadi perempuan bisa menikmati seks tergantung dari pasangannya.

4. Alat kelamin adalah bagian yang kotor, jadi tidak boleh disentuh
Alat kelamin sama seperti organ lain yang ada di dalam tubuh manusia. Jika ia tidak boleh disentuh atau dibersihkan, maka dalam waktu lama bisa menyebabkan infeksi dan mempengaruhi kesehatan. Untuk itu bersihkan alat kelamin secara teratur untuk menghindari penyakit dan infeksi.

5. Perempuan akan hamil saat melakukan hubungan seks pertama kali
Tidak ada satupun cara yang bisa memprediksi kapan seorang perempuan bisa hamil. Kehamilan bisa terjadi jika hubungan seks dilakukan saat perempuan berada dalam masa subur dan sel-sel telur dilepaskan.

6. Perempuan menyukai laki-laki yang memiliki penis besar
Seorang perempuan tidak melihat laki-laki dari ukuran penisnya, dan studi menemukan bahwa ukuran penis tidak ada hubungannya dengan kepuasan seksual seorang perempuan, tapi seberapa lama laki-laki bisa mempertahankan ejakulasinya.

»»  BACA SELANJUTNYA

Cara Menjelaskan Kondom Pada Anak Ketika Dia Bertanya



"Ma, ini seperti yang di lemari mama rasa stroberi juga," ujar seorang anak kelas 1 SD yang berteriak kepada mamanya ketika melihat kondom di supermarket. Bisa ditebak sang mama malu karena orang-orang sekitarnya pada tertawa. Bagaimana ya menjelaskan kondom ke anak kecil?

Sebagian besar anak kecil mungkin tidak tahu apa itu kondom, tapi jika secara tidak sengaja ia menemukan alat tersebut di rumah atau di toko, maka ia akan menjadi penasaran.

Dr Andri Wanananda MS dalam konsultasi seksologi di detikHealth menuturkan, ibu atau orangtua harus fokus pada aspek 'kepantasan' informasi yang dapat diterima anak sesuai dengan usianya. Serta harus tangkas dalam menjawab pertanyaan anak yang terkejut melihat suatu benda yang sama dengan yang ada di lemari ibunya.

Jika anak belum pantas atau tepat untuk dijelaskan secara gamblang mengenai fungsi kondom sebagai penampung sperma yang dipasangkan di penis, maka tidak perlu dijelaskan secara rinci. Ibarat seorang guru yang enggan menjelaskan tentang fisika murni pada muridnya yang belum mengenal apa itu matematika.

"Selain itu hendaknya orangtua berhati-hati dalam menyimpan benda-benda yang sangat 'privacy' seperti halnya kondom, vibrator atau alat lainnya. Hal ini untuk menghindari si kecil menemukan benda tersebut," kata Dr Andri dalam jawaban konsultasi, Selasa (2/7/2012).

Orangtua sebaiknya tidak membohongi anak dengan menjelaskan sesuatu yang salah mengenai kondom atau justru memarahinya yang membuat anak semakin penasaran dan berusaha mencaritahu sendiri dari teman atau internet. Tapi tetaplah tenang dalam memberikannya penjelasan.

Seperti dikutip dari Parenting.com, Senin (29/11/2010) orangtua hanya cukup mengatakan apa fungsi dari kondom sesuai dengan kapasitas si kecil atau usianya, dalam hal ini tidak perlu menjelaskan secara mendetail tentang kondom.

Orangtua bisa mengatakan sebatas kondom adalah alat kontrasepsi yang digunakan untuk mengatur kelahiran. Selain itu orangtua juga bisa memberikan pemahaman bahwa kondom hanya boleh digunakan oleh pasangan yang sudah berumah tangga.

Usahakan orangtua memberikan penjelasan tentang kondom pada anak saat keduanya memang memiliki waktu luang, sehingga orangtua dapat menjelaskannya dengan baik. Saat menjelaskan orangtua sebaiknya bertindak sebagai pemberi informasi dan bukan menginterogasi.

Cobalah tanyakan pada anak apa yang sudah ia ketahui tentang kondom, dari jawaban anak akan memberi petunjuk mengenai apa yang telah didengarnya dan membantu orangtua bagaimana harus menjawabnya

»»  BACA SELANJUTNYA

Problem Seks Pada Anak Kuliahan



Masalah seks anak kuliahan kerap jadi sorotan karena masa-masa seperti ini adalah waktu ketika seseorang mulai punya keinginan seks tapi terbentur norma belum menikah. Apa saja masalah seks anak kuliahan itu?

Seperti dikutip dari buku Questions Kids Ask About Sex, karangan J. Thomas Fitch dan Melissa R. Cox, yang diterbitkan ANDI, Kamis (23/8/2012) ada beberapa masalah atau pertanyaan seks yang menghinggapi anak kuliahan, yaitu:

1. Apa yang salah dengan seks bebas?
Seks bebas bisa menghancurkan kesempatan seseorang untuk menikmati kehidupan seks yang luar biasa di masa mendatang. Masalah yang bisa timbul adalah terkena infeksi menular seksual (IMS) yang biasanya tidak menimbulkan gejala, kemungkinan hamil di luar nikah dan ketidakmampuan untuk mengembangkan hubungan intim di masa depan. Padahal seks dirancang untuk menjadi ikatan khusus dalam hubungan pernikahan secara permanen.

2. Jika terkena IMS, apakah akan mempengaruhi hubungan seks dalam penikahan atau kesempatan untuk punya anak?
IMS bisa disebabkan oleh bakteri dan parasit (klamidia, sifilis, vaginosis bakterial) yang bisa diobati atau akibat virus (HIV, herpes simpleks virus dan HPV) yang tidak bisa diobati sepenuhnya. Laki-laki bisa mengalami kemandulan sementara karena infeksi klamidia atau gonorrhea (kencing nanah), namun bisa disembuhkan dengan pengobatan.

Sedangkan IMS akibat virus bisa menetap di dalam tubuh meski gejalanya sudah hilang dan ditularkan melalui hubungan seksual. Selain itu seorang laki-laki bisa dibenci oleh istrinya karena telah menularkan infeksi yang sangat menyakitkan. Jika seseorang memiliki riwayat pernah mengidap IMS, ada kemungkinan menyebabkan permasalah di dalam rumah tangganya.

3. Apakah bahaya berhubungan seks jika sudah bertunangan?
Meskipun alat kontrasepsi yang digunakan mengklaim aman, selalu saja ada kemungkinan untuk hamil yang bisa membatalkan pertunangan atau justru membuatnya menikah dalam keadaan hamil. Kondisi ini bisa memicu terjadinya aborsi yang dapat mempengaruhi sistem reproduksinya kelak.

4. Kapan sebaiknya waktu untuk menikah?
Waktu yang tepat untuk setiap orang berbeda-beda, tergantung dari kesiapan masing-masing orang dalam hal finansial dan emosional. Untuk itu tidak ada angka pasti yang menunjukkan waktu terbaik bagi seseorang untuk menikah.

5. Apa salahnya tinggal bersama (kumpul kebo)?
Tinggal bersama biasanya dilakukan untuk melihat kecocokkan dalam pernikahan atau bagi orang yang takut untuk berkomitmen dengan penikahan. Namun nyatanya kondisi ini tidak menunjukkan keuntungan apapun. Selain itu kumpul kebo sangat memungkinkan orang untuk bergonta ganti pasangan yang membuatnya berisiko terkena infeksi penyakit menular.

Selain itu orang yang kumpul kebo lebih rentan terhadap kekerasan, memiliki hubungan yang tidak sehat, serta mengalami tingkat depresi yang lima kali lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang menikah.

6. Bisakah seseorang tidak menikah dan tetap hidup bahagia?
Jawabannya adalah bisa saja, karena ada beberapa alasan yang membuat seseorang tidak menikah seperti karena kepercayaan, sangat mencintai pekerjaannya atau memang memilih untuk tidak menikah. Kondisi ini biasanya karena ia memiliki keluarga dan teman, memiliki tujuan hidup serta tahu bahwa dirinya dicintai

»»  BACA SELANJUTNYA