Social Profiles

Minggu, 05 Mei 2013

Sexklopedia: 6 Mitos Penyebab Wanita Sulit Hamil Ini Belum Tentu Benar



Ada berbagai mitos seputar kesuburan. Misalnya benarkah sperma yang encer membuat wanita sulit hamil atau apakah memang suntik KB bisa membuat wanita tidak subur? 

Mitos-mitos seputar hal-hal yang penyebab wanita sulit hamil ini kerap ditanyakan pada konsultan seks wolipop, dr. Vanda Mustika. Berikut ini enam mitos soal 'kenapa wanita belum juga hamil' yang paling sering ditanyakan:

1. Mr. Happy Bengkok
Pada saat ereksi, darah mengalir ke dalam rongga-rongga di dalam penis, sehingga penis menjadi membesar dan mengeras. Tidak pada semua orang rongga ini simetris kanan dan kiri, pada beberapa orang terdapat ketidaksimetrisan antara rongga kanan dan kiri sehingga pada saat ereksi sedikit melengkung ke kanan atau ke kiri. 

Kelengkungan penis masih dianggap normal bila sedikit deviasi ke kanan atau ke kiri. Hal ini juga tidak akan mempengaruhi hubungan seksual anda, apalagi mempengaruhi kesuburan, karena pada dasarnya penis hanya merupakan saluran lewatnya cairan sperma.

2. Kualitas Sperma
Dalam pemeriksaan kesuburan, biasanya akan diperiksa kuantitas dan kualitas sperma. Kualitas sperma menyangkut berapa persen sperma yang masih aktif bergerak, maupun kandungan zat-zat untuk nutrisi sperma di dalam cairan mani dan juga bentuk sperma baik kepala maupun ekornya. 

Kualitas sperma di bawah 25% artinya jumlah sperma yang bentuknya utuh (tidak cacat) dan masih aktif bergerak jumlahnya di bawah 25%, sedangkan setidaknya harus ada lebih dari 40% sperma yang masih baik dan aktif bergerak untuk dapat membuahi sel telur untuk dapat terjadinya kehamilan. 

Sperma yang mati atau rusak ini bisa disebabkan karena kematian atau rusak setelah diproduksi. Hal ini bisa karena daerah skrotum sebagai tempat penyimpanan sperma sebelum dikeluarkan sering terpapar oleh suhu yang tinggi.


Suhu yang tinggi misalnya kebiasaan menggunakan celana dalam ataupun celana yang terlalu ketat atau bahan yang terlalu tebal (seperti celana jeans), menggunakan transportasi sepeda motor yang terlalu lama di siang hari, ataupun tuntutan pekerjaan yang mengharuskan duduk di atas alas yang bersuhu tinggi seperti mesin, dan sebagainya. Suhu tinggi ini bisa merusak sperma dan menyebabkan kematian sperma. 

3. Obat Penunda Haid
Obat penunda haid biasanya diberikan berupa tambahan hormonal untuk menunda terjadinya menstruasi. Selama hormon tersebut masih diminum maka menstruasi tidak akan terjadi, dan setelah berhenti diminum maka menstruasi akan kembali seperti biasanya, kecuali bila hormon tersebut diminum dalam jangka waktu panjang.

Untuk mengetahui apakah obat penunda haid itu masih berpengaruh atau tidak pasca berhenti memakai? Dokter Vanda menyarankan cek dan perhatikan siklus haid sekarang. Seandainya siklus haid anda sudah kembali normal, maka obat penunda haid yang anda minum sudah tidak ada efeknya lagi, dan tidak menyebabkan Anda lambat haid.

4. Sperma Encer
Sperma berbentuk cairan dengan kekentalan yang berbeda pada setiap orang, ada yang memiliki sperma yang kental dan ada juga yang memiliki sperma yang lebih encer. Kental atau encernya sperma tidak mempengaruhi kualitas sperma itu dan sama-sama dapat membuahi bila memang spermanya baik. 

Oleh karena vagina berbentuk seperti sebuah tabung yang pipih maka dengan adanya gravitasi maka cairan sperma ini tentunya akan keluar lagi dari vagina. Namun kehamilan tetap terjadi karena biasanya ada bagian yang sangat kental yang keluar di awal ejakulasi akan menempel langsung di mulut rahim dan spermanya akan langsung berenang melewati mulut rahim menuju sel telur. 

5. Tubuh Gemuk
Berat badan Anda berlebih, bisa jadi berpengaruh terhadap terjadinya kehamilan. Hal ini karena metabolisme hormon estrogen (hormon perempuan) berhubungan dengan metabolisme lemak, yang dapat mengalami gangguan saat berat badan berlebih. Wanita dengan berat badan berlebih sering mengalami polikistik ovarium dimana indung telurnya menjadi menebal dan tidak mampu untuk mengeluarkan sel telur saat waktunya ovulasi.

Namun agar lebih jelas mengetahui apakah memang berat badan atau bukan yang jadi penyebab sulit hamil, sebaiknya lakukan pemeriksaan kesuburan dulu. Harus dipastikan tidak ada masalah dari segi bentuk alat reproduksi, serta fungsinya; saluran telur juga harus dipastikan tidak mengalami penyumbatan. Yang tidak kalah pentingnya adalah kadar hormon, kadar hormon ini juga sangat berpengaruh terhadap kemungkinan terjadinya kehamilan. 

6. Suntik KB
Efektivitas kontrasepsi hormonal tidak berbeda pada pasangan yang sudah mempunyai anak atau yang belum pernah memiliki anak (baru menikah). Perbedaannya adalah pada pasangan yang belum pernah memiliki anak, belum terbukti baik suami maupun istrinya memiliki sistem reproduksi yang sehat dan mampu menghasilkan kehamilan, namun sudah menggunakan kontrasepsi hormonal. 

Dengan efektivitas yang sama artinya kemampuan kontrasepsi hormonal tersebut baik suntik maupun pil dapat mencegah kehamilan dan pada saat penggunaannya dihentikan, setelah masa bekerjanya habis, akan dapat menghasilkan kehamilan seperti halnya sebelum penggunaan. 

»»  BACA SELANJUTNYA

Sexklopedia: Semua Pria Berpotensi Ejakulasi Dini, Bagaimana dengan Wanita?



Ejakulasi dini menjadi masalah yang besar bagi setiap pasangan dan semua pria berpotensi mengalaminya. Lalu, bagaimana dengan wanita? Apa wanita juga ada yang mengalami ejakulasi dini?

Menurut psikolog seksual, Zoya Amirin, ejakulasi dapat dialami oleh wanita meski jarang. Hal itu karena untuk wanita sendiri, bisa ejakulasi atau orgasme saat bercinta saja belum tentu mereka dapatkan.

"Bisa mengalami ejakulasi cuma agak susah karena wanita lebih penting punya lubrikasi. Mungkin ejakulasi juga penting tapi tak semua wanita bisa mengalaminya," jelas Zoya saat berbincang-bincang dengan wolipop beberapa hari lalu di fX lifestyle X'nter, Senayan, Jakarta Selatan.

Memang sudah banyak penelitian yang menunjukkan betapa sulitnya wanita meraih orgasme atau mengalami ejakulasi saat bercinta. Menurut data dari Planned Parenthood, 1 dari 3 wanita, atau 30% wanita sulit meraih orgasme saat bercinta. Sementara 80% wanita mengalami kesulitan mendapatkan orgasme jika hanya melalui penetrasi penis pada vagina. Pria bisa membantu wanitanya orgasme melalui stimulasi klitoris.

Penyebab sulitnya wanita meraih orgasme atau ejakulasi ini ketimbang pria menurut Zoya adalah karena perbedaan anatomi tubuh. Sulitnya ejakulasi inilah yang pada akhirnya membuat wanita tidak begitu mempedulikan apakah mereka bisa orgasme atau tidak.

Dalam kehidupan seks, wanita lebih mementingkan kualitas yang dihasilkan setelah bercinta daripada merasakan ejakulasi. Apakah keduanya merasa saling mencintai dan dicintai usai melakukan hubungan intim? Jika iya, berarti wanita sudah bahagia.

"Karena yang penting kualitasnya apa yang dirasain sama laki-laki dan perempuan ketika selesai melakukan kontak seksual," tutup Zoya

»»  BACA SELANJUTNYA

Sexklopedia: 8 Kesalahan Pria Saat Menggunakan Kondom



Kondom merupakan salah satu solusi yang praktis dan efektif bagi pasangan menikah yang ingin menunda punya momongan, atau suami istri yang tidak ingin menambah anak lagi. Selain itu, alat kontrasepsi ini juga bisa mencegah penularan penyakit kelamin berbahaya. Namun masih banyak pria yang tidak tepat saat menggunakan kondom sehingga fungsinya jadi tidak maksimal. Ini dia beberapa kesalahan pemakaian kondom yang harus dihindari, seperti dilansir Times of India. 

Kesalahan 1: Pakai Kondom Tidak Teliti
Banyak pria terlalu bersemangat untuk bercinta dengan pasangannya sehingga lupa mengecek kondisi kondom yang akan dipakai. Meskipun baru, hendaknya kondom tetap dicek apakah ada kerusakan. Bolong atau sobekan sekecil apapun, tetap berisiko menyebabkan kehamilan. Selain itu buka kemasan kondom dengan sangat hati-hati. Jangan menyobeknya dengan kasar atau menggunakan gigi.

Kesalahan 2: Udara di Ujung Kondom
Hal ini seringkali diabaikan para pria. Udara yang tertinggal di ujung kondom akan membuat kondom rusak atau pecah saat ejakulasi. Pastikan ada celah di ujungnya (tanpa udara) agar semen bisa terkumpul di situ dan tidak terjadi kebocoran.

Kesalahan 3: Menyimpan di Sembarang Tempat
Kondom harus disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Menaruhnya di tempat terlalu panas atau banyak terpapar sinar matahari bisa membuat fungsinya kurang efektif dan mengering. Selain akan tidak nyaman digunakan, juga tidak aman karena berisiko bocor.

Kesalahan 4: Memakai Kondom Rasa
Sebaiknya pikir lagi jika ingin memakai kondom rasa saat bercinta. Hampir semua kondom rasa mengandung gula yang bisa menyebabkan infeksi pada cairan vagina. Di dalam Miss V terdapat sistem pelawan bakteri tapi jika sistem ini terpapar zat kimia asing, kestabilannya bisa terganggu.

Kesalahan 5: Tidak Mengecek Tanggal Kedaluwarsa
Sebelum memakai kondom, minta pasangan Anda untuk selalu memeriksa tanggal kedaluwarsa. Kondom yang telah habis masa pakainya bisa berkurang kualitasnya.

Kesalahan 6: Memakai Kondom di Sisi yang Salah
Kesalahan yang aneh, tapi banyak pria mengalaminya. Memakai kondom terbalik tidak hanya dilakukan oleh pria yang baru pertama kali berhubungan seks, tapi juga mereka yang sudah melakukannya beberapa kali. Kondom tidak akan berfungsi dengan semestinya apabila dipasang terbalik.

Kesalahan 7: Memasang Kondom di Waktu yang Salah
Kondom harus dipasang di saat yang tepat. Jika dipakai sebelum penis benar-benar ereksi, kondom akan mudah lepas dan akhirnya tidak berfungsi maksimal. Melepas kondom setelah kehilangan ereksi juga berbahaya karena bisa membuat semen keluar dari pangkal penis. 

Kesalahan 8: Mengabaikan Alergi
Kondom lateks bisa menyebabkan iritasi dan bengkak pada beberapa orang yang alergi terhadap lateks atau bahan dari karet. Jika mengalami bengkak, merah-merah dan gatal setelah memakai kondom lateks, sebaiknya segera konsultasikan dokter untuk memastikan kemungkinan pasangan Anda punya alergi.

»»  BACA SELANJUTNYA

Sexklopedia: Ketimbang Pria, Kenapa Wanita Lebih Suka Keluarkan Suara Saat Bercinta?



Saat bercinta, wanita yang lebih cenderung aktif bersuara. Wanita bisa berteriak, mendesah ataupun mengeluarkan lenguhan. Dibanding pria, kenapa wanita lebih senang bersuara saat seks? Sejumlah pakar seks memberikan penjelasannya.

Dr. Debby Herbenick, pakar pendidikan seks dari The Kinsey Institute mengatakan hanya ada sedikit riset mengenai suara yang dibuat wanita ataupun pria saat brcinta. Sebuah riset yang dibuat baru-baru ini memaparkan salah satu penyebab wanita mengeluarkan suara saat bercinta adalah untuk mempertahankan gairah pasangannya. Suara tersebut juga dikeluarkan wanita agar pasangannya bisa cepat meraih orgasme.

Namun menurut Dr. Debby, bagi beberapa wanita lainnya, seperti dipaparkan sebuah riset lain, suara tersebut dikeluarkan tanpa ada tujuan tertentu, memang keluar dengan sendirinya, sebagai bentuk ekspreksi kenikmatan. Dan untuk beberapa wanita lainnya, mengeluarkan suara saat bercinta membuat mereka lebih bergairah.

Pakar seks lainnya Dr. Christopher Ryan dalam situs Pscyhology Today menjelaskan, ada sisi liar dari manusia ketika mereka mengeluarkan suara saat bercinta. Perilaku mereka yang mengeluarkan suara saat seks ini mirip dengan perilaku hewan primata betina. Hewan primata betina akan bersuara sebelum, saat dan sesudah bercinta. Tindakan itu dilakukan untuk merayu pejatan lainnya memperebutkan mereka, sehingga nantinya si betina bisa mendapatkan benih yang paling unggul. 

Dr. Christopher yang merupakan penulis buku 'Sex at Dawn: The Prehistoric Origins of Modern Sexuality', menjelaskan lagi, ada tujuan lain ketika hewan primata mengeluarkan suara saat bercinta. Mereka ingin komunitasnya tahu kalau pasangan mereka sudah melakukan hal yang luar biasa.

Sementara itu pakar seks Ian Kerner melihat mengeluarkan suara saat bercinta sebenarnya justru bisa membantu wanita mendapatkan apa yang mereka inginkan saat bercinta. Hanya saja perlu strategi khusus agar suara saat bercinta itu bisa membuat Anda memperoleh hal yang diinginkan.

Strategi seperti apa yang bisa dilakukan? "Gunakan suara saat bercinta untuk mengajari pasangan apa yang memang Anda sukai. Itu bisa jadi cara Anda untuk mengatakan, 'stop, go, yes, more please', tanpa harus berkata-kata seperti polisi lalu-lintas," saran pakar pendidikan seks dan penulis Patty Brisben

»»  BACA SELANJUTNYA

Sexklopedia: Pria Juga Memalsukan Orgasme, Ini Alasan Utamanya



Survei yang dilakukan toko farmasi online ukmedix.com menunjukkan, tidak hanya wanita yang kerap memalsukan orgasme tapi juga pria. Dari hasil polling tercatat, sebanyak 74 persen wanita dan 22 persen pria berpura-pura mencapai orgasme saat bercinta.

Apa sebenarnya alasan para pria memalsukan orgasmenya? Dalam bukunya, Dr Abraham Morgentaler yang telah menghabiskan 25 tahun untuk meneliti orgasme pria mengatakan, "Sangat mengejutkan ketika saya mulai melakukan penelitian ini, bahwa ketika pria berkomitmen dalam sebuah hubungan, dia menjadi lebih peduli kepada pasangannya dibandingkan dirinya sendiri."

Seperti dilansir The Sun, penulis buku 'Why Men Fake It: The Totally Unexpected Truth' ini juga menambahkan, sebagian besar pria tahu ketika wanita memalsukan orgasme. Hal ini tentu menyakitkan bagi pria namun mereka terpaksa menahannya karena tak ingin pasangannya merasa tidak enak hati.

Di sisi lain, pria pun ternyata juga memalsukan orgasme. Namun, wanita kerap kali tak menyadari kalau pasangan mereka juga terkadang berpura-pura mencapai klimaks. Sebanyak 2/3 pria muda yang mengaku memalsukan orgasme, mengatakan bahwa pasangan mereka tidak tahu hal itu.

Salah satu alasan utamanya karena mereka lebih mengutamakan perasaan pasangannya ketimbang kenikmatannya sendiri. Jika dulu persepsi pria terhadap hubungan seks adalah 'wanita yang harus melayani', kini sudah sedikit berubah. Mereka mengharapkan wanita lah yang harus dipuaskan terlebih dahulu. Baik secara fisik maupun emosional.

Menurut Abraham lagi, pria saat ini beranggapan jika dirinya tidak bisa melakukan 'servis' yang benar saat foreplay dan penetrasi seks sampai wanita mendapatkan multiple orgasme, maka mereka adalah pecundang. 

Kalaupun akhirnya dengan segala cara tetap tidak bisa, maka hal terakhir yang bisa dilakukan adalah menyenangkan hati pasangannya dengan berpura-pura orgasme. Jadi pria memalsukan orgasme untuk menunjukkan bahwa wanita adalah makhluk yang indah, cantik dan mahir membuatnya terpuaskan saat di ranjang.
»»  BACA SELANJUTNYA

Sexklopedia: 5 Hal yang Bisa Dilakukan Istri Saat Suami Sulit Ejakulasi



Banyak orang beranggapan bahwa semakin lama hubungan seks maka kualitas bercinta akan lebih baik. Namun bisa terjadi hal yang sebaliknya apabila suami tak kunjung mengalami ejakulasi. Sulit ejakulasi setelah lama foreplay bisa jadi tanda adanya gangguan kesehatan seksual dan bisa terjadi pada pria mana pun. Jika hal itu terjadi pada pasangan Anda, jangan terburu panik. Ada beberapa cara yang bisa wanita lakukan untuk membantu pasangannya lebih mudah ejakulasi, seperti dilansir Intimate Medicine.

1. Coba Posisi Seks Baru
Posisi bercinta tertentu mungkin membuat beberapa pria sulit mencapai klimaks. Misalnya saja pada posisi woman on top, beberapa pria mungkin lama mengalami ejakulasi karena memerlukan stimulasi lebih di ujung Mr. Happy. Saat posisi wanita berada di atas, tubuhnya lebih banyak menekan dan memberi stimulasi pada 'batang' Mr. Happy. Bagi pria yang lebih memerlukan stimulasi di ujung alat vitalnya, posisi ini tentu akan membuat area paling sensitifnya itu tidak bereaksi.

Anda dan pasangan sebaiknya mencoba variasi posisi seks untuk mengetahui, posisi apa yang paling tepat untuk membuat si dia ejakulasi di saat yang tepat. Doggy style, misionaris dan spooning merupakan dua posisi yang ideal karena memungkinkan penetrasi menstimulasi seluruh bagian penis, terutama ujungnya.

2. Variasikan Sesi Bercinta
Anda bisa membantu pasangan orgasme dengan mencoba melakukan sesuatu yang baru dan spesial. Misalnya melakukan 'dirty talk' saat bercinta, meremas bokong, bercinta selain di kamar tidur atau hal-hal mengejutkan lainnya yang belum pernah Anda lakukan. Coba lebih aktif saat bercinta.

3. Tambah Stimulasi Seks
Anda bisa memegang Mr. Happy saat tahap penetrasi jika cara itu bisa dilakukan untuk membantunya orgasme. Tapi ingat, jangan lakukan gerakan yang terlalu cepat karena bisa mengagetkan si dia. Bergeraklah perlahan namun pasti, dan eratkan pegangan tangan pada Mr. Happy saat pasangan mulai terangsang. Semakin dia terlihat akan mencapai klimaks, pegang area Mr. Happ nya lebih erat. Namun pastikan dia merasa nyaman saat Anda melakukannya.

4. Berbagi Fantasi Seks
Gairah pria akan cepat meningkat dengan rangsangan yang bisa dilihat dengan matanya. Coba wujudkan imajinasi atau fantasi seksualnya. Tanyakan apa yang dia inginkan saat bercinta, atau si dia mau Anda berbuat apa. Bila pasangan mendambakan bercinta dengan superhero wanita, mungkin Anda bisa mengenakan kostum yang mendekati sosok tersebut. Tapi jangan terlalu memaksakan, hanya lakukan apa yang sanggup Anda penuhi.

5. Kurangi Masturbasi
Beberapa pria kesulitan mencapai klimaks saat bercinta, bisa disebabkan karena terlalu sering masturbasi. Bila berlebihan, masturbasi bisa mengurangi hasrat untuk bercinta dengan pasangan. Jika Anda mengetahui si dia suka bermasturbasi, bicarakan baik-baik untuk tidak melakukannya lagi.

»»  BACA SELANJUTNYA

Sexklopedia: Yang Sebaiknya Dilakukan Istri Saat Pasangan Ejakulasi Dini



Ejakulasi dini bisa terjadi pada semua pria saat berhubungan seks. Hal itu tentu menjadi masalah serius bagi pasangan yang mengalaminya. Bila si dia mengalami ejakulasi dini, lakukan tiga hal ini agar hubungan tidak retak karena masalah seks tersebut.

1. Wanita Perlu Mengajak Suaminya Berbicara
Jika pasangan Anda ejakulasi di bawah dua menit setelah peneterasi atau biasa disebut ejakulasi dini coba ajak dia bicara. Jangan malah marah-marah atau menyalahkan pasangan.

"Coba ajak ngomong yang tidak berhubungan dengan seksual kalau bisa bercanda atau biarkan dia meluapkan perasaannya, dengarkan, disayang-sayang, nanti juga dia ereksi lagi. Cuma wanita kan kalau sudah kesal nggak mau bujuk pria, makin digituin nggak akan bisa (ereksi) lagi," jelas Zoya Amirin, selaku psikolog seksual, ketika berbincang dengan wolipop beberapa hari lalu di fX lifestyle X'nter, Senayan, Jakarta Selatan.

2. Ambil Waktu Bersama
Faktor psikis seperti stres jadi penyebab paling tinggi pria mengalami ejakulasi dini. Untuk mengatasi stres ini, Zoya menyarankan supaya Anda mengajak pasangan mengambil waktu berdua, seperti olahraga atau nonton film bersama. Kebersamaan tersebut akan meningkatkan keintiman sehingga bisa meredakan stres. 

3. Pria Coba Realistis
Coba pria berpikir realistis bahwa dia memang mengalami ejakulasi dini. Tidak perlu malu dengan istri karena hal ini di luar kehendak pria.

"Coba relalistis deh walaupun susah, karena gini, hitung deh berapa kali gagalnya, berapa kali berhasilnya, coba mengingat emosinya dia bukan logika, mereka susah tuh kalau disuruh mikirin emosi, bagaimana perasaan kamu waktu lagi berhasil," jelas seksolog yang sering menjadi pembicara di berbagai acara itu.

Pria perlu realistis karena umumnya mereka kerap menakut-nakuti diri sendiri dan kembali memikirkan 'kenapa dia gagal?' bukan 'bagaimana bisa berhasil?'. Zoya menyarankan seharusnya pria mengalihkan pemikirannya ke poin saat dia 'berhasil' membahagiakan pasangannya.

»»  BACA SELANJUTNYA