Social Profiles

Kamis, 27 September 2012

Hasrat Seksual Dipengaruhi Aroma Parfum

 
Kita hidup dikelilingi racun dari aroma. Mulai dari penyegar udara, lilin yang wangi, hingga pewangi toilet. Para penumpang di bus kota ataupun kereta juga memberikan aroma yang berbeda. 

Angka terbaru menunjukkan bahwa tujuh dari 10 penyegar udara digunakan untuk menjaga rumah tetap segar. 

Namun laporan terbaru menunjukkan bahwa produk wewangian itu bisa mempengaruhi kesehatan, menyebabkan alergi, asma, migrain, bahkan mengganggu hasrat seksual, Menurut Mel Rosenberg, profesor mikrobiologi di Universitas Tel Aviv, dalam jangka panjang aroma buatan bisa mempengaruhi hasrat seksual.

Wewangian bisa mengganggu aroma alami yang mempunyai daya tarik tersendiri. "Selama ribuan tahun, kami telah menunjukkan aroma alami dari bunga dan hewan bisa menarik orang dan tampil lebih menarik secara seksual," katanya. "Sekarang kita telah belajar bagaimana meniru bau alami yang identik dan menciptakan wewangian kimia yang jauh lebih murah". 

Menurutnya, hadirnya parfum membuat orang jatuh cinta karena aroma buatan, bukan hormon alami yang dikeluarkan seseorang. Padahal hormon itu bisa membuat seseorang menjadi menarik. "Anda bisa jatuh cinta dengan seorang gadis karena aroma kondisioner rambut, bukan hormon alami darinya," ujarnya. Aroma alami yang dimaksud itu seperti feromon yang bisa lebih dahsyat dalam menggoda gairah Anda dibanding parfum apapun. Efek feromon bisa menimbulkan perasaan rileks dan aura positif. Namun feromon hanya diproduksi dari keringat segar, bukan keringat yang telah lama mengendap. "Kita harus memilih pasangan dengan bau alami. Itulah sebabnya secara tradisional kami menari dan berolahraga agar mendapatkan kita aroma alami," jelasnya. 

Sementara itu, salah seorang ahli terkemuka menunjukkan hampir sepertiga orang yang mengalami gangguang kesehatan karena terkena aroma. Parfum atau produk yang beraroma memicu eksim dan dermatitis ketika terkena kulit. Molekul dalam produk memicu respon imun, yang menyebabkan gatal, bersisik, kulit pecah-pecah. "Alergi mengalami peningkatan, dan jumlah produk wangi juga meningkat, "kata Dr Susannah Baron, konsultan dermatologis di RS Kent & Canterbury dan BMI Chaucer. 

Pada Juli, Komite Ilmiah Keselamatan Konsumen Eropa meminta produsen parfum mencatumkan daftar alergen potensial dalam produk mereka, setelah ada laporan produk mereka memicu reaksi kulit. Dan awal tahun ini, negara bagian New Hampshire melarang pekerja memakai parfum untuk melindungi rekan kerja mereka. Dr Baron mengungkapkan orang yang eksim sangat rentan bila terkena parfum atau roduk yang berparfum seperti sampo, kondisioner, maupun sabun mandi. Tetapi mereka yang tidak alergi juga berisiko mengalami alergi karena wewangian. "Anda bisa tiba-tiba alergi parfum dan produk perawatan yang sudah Anda gunakan selama bertahun-tahun," jelasnya. Dan aroma yang kuat juga dapat menyebabkan sakit kepala. 

Menurut Dr Vincent Martin, seorang spesialis sakit kepala di University of Cincinnati College of Medicine, wewangian mengaktifkan sel-sel saraf hidung, merangsang sistem saraf yang berhubungan dengan nyeri kepala alias migrain. Untuk meminimalkan risiko, penderita migrain disarankan untuk menuliskan semua aroma yang memicu penyakit itu di buku harian sehingga mereka dapat meminimalkan kontak. Sementara itu, produk-produk seperti deodoran dan penyegar udara ringan yang mengandung bahan kimia juga dapat memicu serangan asma. 

Charity Asma Inggris mengatakan bahwa parfum bisa mengiritasi saluran udara pada penderita asma, menyebabkan masalah pernapasan. Dr Stanley Fineman, dari Klinik Alergi dan Asma di Atlanta AS, mengatakan penderita asma sangat sensitif dan penelitiannya menunjukkan terjadinya perubahan dalam fungsi paru-paru bila terkena wewangian kimia tertentu

»»  BACA SELANJUTNYA

4 Faktor Mental Penyebab Sulitnya Wanita Meraih Orgasme


Ketidakmampuan wanita untuk mencapai orgasme biasa disebut dengan psychogenic anorgasmia, atau singkatnya, anorgasmia. Kondisi ini tidak melulu disebabkan karena rasa malu atau kurangnya kepercayaan diri. Ada faktor-faktor lebih serius yang menyebabkan wanita sulit mencapai klimaks saat berhubungan seks dengan pasangannya, dan itu bisa saja dialaminya dalam waktu yang lama. Berikut ini empat faktor mental dan emosional yang membuat wanita sulit mencapai orgasme, seperti dikutip dari Your Tango. 

1. Pandangan Terhadap Seks 
Latar belakang pendidikan, kepercayaan dan budaya bisa memengaruhi cara seseorang memandang seks dan seberapa nyaman dia dengan seksualitasnya. Sebagai contoh, jika sejak kecil Anda sudah diajari bahwa seks itu sesuatu yang tabu, atau seks hanya untuk menghasilkan keturunan dan bukan untuk kenikmatan, bisa menyebabkan Anda cenderung tertutup terhadap aktivitas seks. Akibatnya, Anda tidak bisa leluasa melepaskan orgasme dan sulit membiarkan diri untuk menikmati pengalaman seks meskipun itu dengan suami sendiri. Untuk ini, Anda perlu terapi seks atau bantuan psikoseksual. Ubahlah pandangan Anda terhadap seks, pahami bahwa tidak ada yang salah dengan menikmati dan menginginkan seks. Mengontrol hasrat seksual dan kehidupan seks bisa membawa Anda pada kehidupan seks yang sehat dan bahagia, dan tentu saja lebih mudah mencapatkan orgasme. 

2. Keengganan untuk Eksplorasi 
Sangat penting untuk mengetahui hal-hal apa saja yang membuat Anda senang dan merasakan kenikmatan saat bercinta. Ada banyak posisi bercinta yang bisa memperbesar kemungkinan Anda untuk mendapatkan orgasme. Jika Anda selalu berhubungan intim dalam posisi misionaris dan tidak juga meraih kepuasan klimaks setiap sesi bercinta, mungkin sudah saatnya lebih berani bereksperimen. Coba beberapa gaya bercinta baru, lakukan foreplay, berbagi fantasi seks dengan pasangan atau saling memijat tubuh sebelum bercinta. Temukan stimulasi apa saja yang membuat Anda nyaman dan apa yang tidak. Mengetahui apa yang Anda mau dan bisa menunjukkannya pada pasangan akan sangat membantu untuk meraih orgasme. 

3. Ritme Hubungan Suami Istri 
Jika rumah tangga Anda dibangun dengan anggapan bahwa seks tidak punya arti lebih selain hubungan intim secara fisik dan pemenuhan kebutuhan biologis semata, akan lebih sulit memahami arti sebenarnya dari aktivitas bercinta. Orgasme juga sulit diraih jika Anda dan pasangan enggan berkomunikasi soal seks. 

4. Trauma Masa Lalu 
Bentuk trauma yang menghalangi Anda meraih orgasme bisa bermacam-macam. Bisa karena pandangan negatif terhadap tubuh sendiri (saat remaja selalu diolok-olok gemuk, jelek atau tidak seksi), pernah mengalami pelecehan seksual atau pemerkosaan. Trauma masa lalu bisa membuat seseorang selalu memandang seks dari sisi negatif. Coba bicarakan pada terapis seks atau teman terdekat tentang ketidaknyamanan Anda. Bahkan Anda bisa membicarakannya dengan pasangan. Jika masih merasa tidak nyaman membagi masalah dengan orang lain, tuangkan dalam tulisan. Cara apapun yang digunakan bisa mengangkat beban berat di pundak Anda dan mulai memandang seks sebagai ekspresi cinta dan kasih sayang yang harus dinikmati bersama pasangan

»»  BACA SELANJUTNYA

7 Anggapan Salah Tentang Seks Tapi Masih Banyak Dipercaya Orang


Benarkah ukuran Mr Happy menentukan kepuasan seksual? Apakah bercinta saat menstruasi bisa cegah kehamilan, dan benarkah setiap wanita punya G-spot? Banyak anggapan tentang seks yang diyakini benar oleh sebagian besar orang, namun belum terbukti faktanya bahkan hanya mitos belaka alias salah besar. Jika Anda dan pasangan masih terjebak dalam tujuh mitos seks ini, segera perbaiki agar bisa mewujudkan aktivitas bercinta yang lebih berkualitas. 

1. Lebih 'Besar', Lebih Puas
Dalam urusan bercinta, ukuran Mr Happy bukanlah satu-satunya penentu kepuasan. Lebih besar ukuran Mr Happy tidak menjamin kualitas seks yang lebih baik. Faktanya, hanya 1/3 bagian dari luar vagina yang memiliki sensor terhadap rangsangan dan orgasme. Penelitian yang dilakukan tim dari Masters and Johnson's pada 1960 menemukan, kedalaman vagina yang tidak terstimulasi saat penetrasi seks antara 2,75 inchi (6,9 cm) sampai 3,25 inchi (8,2 cm). 

2. Makanan Aphrodisiac Bisa Bangkitkan Gairah Seks Seketika
Hal ini masih jadi perdebatan, tapi tiram, cokelat dan stroberi yang banyak diyakini sebagai makanan pembangkit gairah seks ternyata hanya mitos. Boleh saja mengonsumsi makanan tersebut untuk menjaga kesehatan tubuh, yang nantinya juga akan berpengaruh terhadap kesehatan seksual. Tapi jika Anda sengaja mengonsumsinya dengan harapan gairah seks bisa timbul seketika, itu keliru. Cokelat bisa memberi rasa senang seperti jatuh cinta, tapi efek menyenangkan itu hanya sementara (hanya saat cokelat dimakan). Berdasarkan sejumlah penelitian, aphrodisiac tidak punya efek secara langsung terhadap libido. 

3. Pria Lebih Sering Pikirkan Seks Daripada Wanita
Pria diketahui memikirkan seks 1,5 jam sekali setiap harinya. Sementara wanita, hanya empat kali sehari. Namun hasil penelitian yang dilakukan Trojan's Charged Sex Life Survey itu tidak berlangsung selamanya. Ada kalanya wanita memikirkan seks sama seringnya dengan pria. Terutama saat menginjak usia 18 tahun di mana hormon seks wanita maupun pria sedang ada di puncaknya, wanita bisa saja memikirkan seks saat tidur, makan bahkan memimpikannya. 4. Menarik Keluar Mr Happy Sebelum Ejakulasi Cegah Kehamilan Bagi pasangan menikah yang ingin menunda kehamilan, cara tersebut di atas mungkin sering dilakukan. Tapi tidak menjamin sang wanita tak akan hamil. Hanya diperlukan sedikit sperma untuk menghasilkan kehamilan dan sperma bisa saja keluar sebelum terjadinya ejakulasi. Bahkan justru banyak kasus kehamilan yang terjadi karena metode ini. Jadi, jika ingin menunda kehamilan sebaiknya gunakan kondom, sistem kalender (penghitungan masa subur/tidak subur) atau konsumsi pil KB. 

5. Bercinta Saat Menstruasi Tidak Akan Hamil 
Mitos ini sudah lama dipercaya sebagian besar orang, namun itu salah besar. Bercinta saat menstruasi, kemungkinan untuk hamil memang lebih kecil tapi tidak menutup kemungkinan kehamilan bisa terjadi. Sperma bisa bertahan di dalam rahim wanita selama beberapa hari, dan kemungkinan hamil bisa lebih besar jika siklus menstruasi Anda lebih cepat. 

6. Setiap Wanita Punya G-spot 
Keberadaan G-spot masih jadi misteri, meskipun seorang ginekolog dari Amerika Serikat Adam Ostrzenski akhirnya berhasil menemukan titik itu setelah 60 tahun penelitian. Berdasarkan penelitian di Jerman pada 1950-an, semua wanita memang memiliki satu titik paling sensitif di dalam tubuhnya itu. Tapi tidak semua G-spot wanita merupakan zona erotis. Jadi jangan habiskan waktu Anda dengan percuma hanya untuk menemukan G-spot. Sebaiknya fokuskan foreplay pada titik-titik rangsang yang sudah diketahui seperti tengkuk, dada, tulang selangka, paha bagian dalam atau perut. 

7. Jika Tak Mendesah, Wanita Tidak Menikmati Seks 
Suara desahan memang salah satu indikasi kalau wanita menikmati momen bercinta. Bahkan dengan mendesah, wanita bisa membantu pasangannya menunjukkan performa seks yang lebih baik. Tapi bukan berarti wanita harus mendesah untuk mengekspresikan kepuasan seksnya. Sebagian wanita ada yang vokal, tapi ada pula yang tidak. Wanita pun tak harus 'berteriak' selama sesi bercinta hanya untuk memberitahu pasangan bahwa dia sedang menikmati hubungan seksual.

»»  BACA SELANJUTNYA

5 Hal yang Sering Ditanyakan Mengenai Bercinta Saat Hamil

Tidak sedikit wanita yang hamil memiliki kekhawatiran saat bercinta. Mulai dari merasa khawatir melukai janin atau merasa kurang percaya diri karena tubuhnya makin besar. Kekhawatiran-kekhawatiran itu pun membuat berbagai pertanyaan kerap muncul di kepala wanita hamil maupun pasangannya. Berikut ini lima hal yang menurut Tracey Cox, penulis buku 'Hot Sex How To Do It', paling sering ditanyakan:

1. Kenapa Tidak Merasa Seksi? Seksi atau tidak, semuanya kembali lagi pada bagaimana penerimaan pasangan mengenai kehamilan Anda. Kalau dia, sama seperti Anda, sangat bahagia dan bersemangat dengan kehamilan tersebut, menurut Tracey, kemungkinan besar kehidupan seks pun tidak akan berpengaruh. Kehamilan memang menjadi masa di mana wanita jadi sangat rapuh mengenai tubuhnya. Tapi pasangan yang baik, seharusnya bisa meyakinkan kalau penampilan Anda sekarang, sama menggairahkannya seperti sebelumnya. 

2. Apakah Bayi di Kandungan Bisa Mendengar Suara Saat Bercinta? 
Penulis buku asal Australia yang merupakan lulusan psikologi ini mengatakan cukup banyak wanita berkonsultasi mengenai pertanyaan kedua ini padanya. Selama ini, Tracey pun menjawab pertanyaan itu dengan hal yang sangat sederhana. "Apakah Anda sendiri dulu pernah ingat saat ibu Anda bercinta?" Tentu saja tidak.

 3. Kenapa Jadi Malas Bercinta? 
Tracey mengatakan, jangan kaget kalau ketika hamil Anda mengalami perubahan selera saat bercinta. Misalnya dulu Anda tidak ragu menerima oral seks, kini Anda membencinya. Atau malah Anda jadi sama sekali tidak mau melakukan hubungan intim. Hal ini wajar karena ketika hamil wanita mengalami perubahan hormon yang bisa mempengaruhi berbagai hal mulai dari selera makan hingga seks. 

4. Bagaimana Jika Ternyata Anda Jadi Terlalu Bergairah?
Sama seperti pada poin ketiga, perubahan hormon memiliki efek yang berbeda-beda pada setiap wanita. Bisa jadi pada Anda, hormon tersebut justru membuat Anda jadi naik libidonya. Selama tidak ada masalah selama hamil, maka hubungan seksual aman dilakukan. Masalah yang mungkin terjadi selama kehamilan yang menyebabkan hubungan seksual sebaiknya dihindari, misalnya adanya perdarahan, infeksi jalan lahir seperti keputihan, atau kondisi kesehatan ibu selama hamil yang kurang baik misalnya penyakit jantung atau tekanan darah tinggi. 

5. Apa Posisi yang Tepat untuk Bercinta? 
Untuk posisi bercinta saat hamil, posisi yang disarankan adalah yang tidak menekan kandungan/perut ibu. Wanita hamil dan pasangannya bisa berhubungan seks dengan posisi menyamping, dari arah belakang, atau wanita di atas. Yang perlu diperhatikan adalah jika usia kehamilan Anda masih di bulan-bulan pertama kehamilan. Pada trimester pertama kehamilan masih sangat rentan, oleh karena itu sebaiknya hubungan seksual yang dilakukan tidak terlalu agresif. Penetrasi penis sebaiknya tidak terlalu dalam, apalagi jika Anda pernah mengeluarkan flek-flek perdarahan setelah terjadi hubungan seksual. 

»»  BACA SELANJUTNYA

Jumat, 20 Juli 2012

7 Penyebab Umum Keguguran


Tidak ada perempuan yang ingin mengalami keguguran, tapi hal ini kadang tak bisa diduga. Untuk itu ketahui 7 penyebab umum seorang perempuan hamil mengalami keguguran.

Seseorang yang mengalami keguguran pasti ingin tahu penyebabnya sehingga bisa dicegah saat kehamilan berikutnya. Keguguran biasanya ditandai dengan kram atau nyeri perut parah serta pendarahan yang memerlukan penanganan medis.

"Umumnya sekitar 80 persen kehamilan bisa terus berlanjut sampai melahirkan dan memiliki bayi yang sehat. Tapi keguguran yang terjadi biasanya muncul secara acak," ujar Henry Lerner, MD, profesor klinis kebidanan dan ginekologi di Harvard Medical School, seperti dikutip dari Parenting.com

Berikut ini penyebab paling umum bagi keguguran tunggal atau yang berulang yaitu:

1. Kelainan kromosom
Bryan Cowan, MD, ketua departemen obstetri dan ginekologi University of Mississippi Medical Center di Jackson menuturkan kelainan atau ketidakcocokan kromosom ini jadi penyebab setidaknya 60 persen kasus keguguran. Kondisi ini disebabkan adanya kerusakan pada sel telur atau sperma sehingga kromosom tidak dicetak dengan benar.

Embrio yang dihasilkan jadi memiliki kelainan kromosom. Biasanya pasangan yang 2 kali atau lebih berturut-turut mengalami keguguran disarankan melakukan tes medis untuk ini.

2. Kelainan rahim dan leher rahim yang lemah
Jika bentuk rahim abnormal maka embrio tidak bisa tumbuh atau tidak mendapatkan makanan yang dibutuhkan sehingga tak dapat bertahan hidup. Umumnya kelainan rahim ini mempengaruhi sekitar 10 persen kasus keguguran.

Sedangkan leher rahim yang lemah juga membuat rahim tidak kuat menahan janin yang semakin hari tumbuh membesar, ketika serviks melemah maka janin bisa mengalami keguguran.

3. Gangguan sistem kekebalan tubuh (imunologi)
Pada beberapa kasus tubuh perempuan kadang menganggap sperma sebagai benda asing, sehingga antibodi di dalam tubuh akan menyerang jaringan tubuh sendiri termasuk embrio yang dihasilkan.

4. Penyakit yang tidak diobati seperti gangguan tiroid atau diabetes tidak terkontrol
Gangguan tiroid dan diabetes yang tidak terkontrol menyebabkan lingkungan rahim yang tidak menguntungkan. Dampak dari kondisi ini adalah membuat embrio sulit untuk bertahan hidup.

5. Polycystic Ovary Syndrome (PCOS)
Perempuan dengan PCOS memiliki kadar hormon testosteron yang terlalu tinggi sehingga menyebabkan ovulasi dan menstruasi yang tidak teratur. PCOS ini menyebabkan resisten insulin yang mencegah kematangan lapisan endometrium.

6. Adanya infeksi bakteri
Beberapa bakteri bisa meningkatkan risiko keguguran seperti mycoplasma hominis dan ureaplasma urealyticum yang hidup dalam saluran alat kelamin laki-laki dan perempuan sehat. Pada perempuan, infeksi bakteri ini membuat endometrium (lapisan rahim) meradang sehingga sulit bagi embrio untuk berkembang.

7. Gaya hidup merokok, alkohol, narkoba dan racun dari lingkungan
Narkoba seperti nikotin bisa masuk ke plasenta dan mengganggu suplai darah serta pertumbuhan janin, perokok memiliki risiko 2 kali lebih tinggi alami keguguran dibanding non-perokok.

Konsumsi 2 minuman alkohol sehari membuat perempuan sulit hamil dan mengalami keguguran, sedangkan perempuan yang bekerja di lingkungan tertentu seperti peternakan, kamar operasi dan laboratorium memiliki risiko keguguran lebih tinggi meski alasannya belum diketahui
»»  BACA SELANJUTNYA

Jumat, 13 Juli 2012

5 Jenis Gangguan Menstruasi/Haid


Perempuan dapat memiliki berbagai masalah dengan menstruasi/haid mereka. Masalah tersebut dapat berupa tidak mengalami menstruasi sama sekali sampai menstruasi berat dan berkepanjangan.

Pola haid boleh saja tidak teratur, tetapi jika jarak antar menstruasi kurang dari 21 hari atau lebih dari 3 bulan, atau jika haid berlangsung lebih dari 10 hari maka Anda harus mewaspadai adanya masalah ovulasi atau kondisi medis lainnya.
1. Amenore

Amenore adalah tidak ada menstruasi. Istilah ini digunakan untuk perempuan yang belum mulai menstruasi setelah usia 15 tahun (amenore primer) dan yang berhenti menstruasi selama 3 bulan, padahal sebelumnya pernah menstruasi (amenore sekunder).

Amenore primer biasanya disebabkan oleh gangguan hormon atau masalah pertumbuhan. Amenore sekunder dapat disebabkan oleh rendahnya hormon pelepas gonadotropin (pengatur siklus haid), stres, anoreksia, penurunan berat badan yang ekstrem, gangguan tiroid, olahraga berat, pil KB, dan kista ovarium.
2. Sindrom Pramenstruasi (PMS)

Sindrom pramenstruasi (PMS) adalah sekelompok gejala fisik, emosi, dan perilaku yang umumnya terjadi pada minggu terakhir fase luteal (seminggu sebelum haid). Gejala biasanya tidak dimulai sampai 13 hari sebelum siklus, dan selesai dalam waktu 4 hari setelah perdarahan dimulai.

Beberapa gejala PMS yang sering dirasakan:

Payudara menjadi lembut dan bengkak
Depresi, mudah tersinggung, murung dan emosi labil (mood swing)
Tidak tertarik seks (libido menurun)
Jerawat berkala
Perut kembung atau kram
Sakit kepala atau sakit persendian
Sulit tidur
Sulit buang air besar (BAB)

3. Dismenore

Dismenore adalah menstruasi menyakitkan. Nyeri menstruasi terjadi di perut bagian bawah tetapi dapat menyebar hingga ke punggung bawah dan paha. Nyeri juga bisa disertai kram perut yang parah. Kram tersebut berasal dari kontraksi dalam rahim, yang merupakan bagian normal proses menstruasi, dan biasanya pertama dirasakan ketika mulai perdarahan dan terus berlangsung hingga 32 รข€“ 48 jam.

Dismenore yang dialami remaja umumnya bukan karena penyakit (dismenore primer). Pada wanita lebih tua, dismenore dapat disebabkan oleh penyakit tertentu (dismenore sekunder), seperti fibroid uterus, radang panggul, endometriosis atau kehamilan ektopik.

Dismenore primer dapat diperingan gejalanya dengan obat penghilang nyeri/anti-inflamasi seperti ibuprofen, ketoprofen dan naproxen. Berolah raga, kompres dengan botol air panas, dan mandi air hangat juga dapat mengurangi rasa sakit.

Bila nyeri menstruasi tidak hilang dengan obat pereda nyeri, maka kemungkinan merupakan dismenore sekunder yang disebabkan penyakit tertentu.
4. Menoragia

Menoragia adalah istilah medis untuk perdarahan menstruasi yang berlebihan. Dalam satu siklus menstruasi normal, perempuan rata-rata kehilangan sekitar 30 ml darah selama sekitar 7 hari haid. Bila perdarahan melampaui 7 hari atau terlalu deras (melebihi 80 ml), maka dikategorikan menoragia.

Penyebab utama menoragia adalah ketidakseimbangan jumlah estrogen dan progesteron dalam tubuh. Ketidakseimbangan tersebut menyebabkan endometrium terus terbentuk. Ketika tubuh membuang endometrium melalui menstruasi, perdarahan menjadi parah.

Menoragia juga bisa disebabkan oleh gangguan tiroid, penyakit darah, dan peradangan/infeksi pada vagina atau leher rahim.
5. Perdarahan Abnormal

Perdarahan vagina abnormal (di luar menstruasi ) antara lain:

Pendarahan di antara periode menstruasi
Pendarahan setelah berhubungan seks
Perdarahan setelah menopause

Perdarahan abnormal disebabkan banyak hal. Dokter Anda mungkin memulai dengan memeriksa masalah yang paling umum dalam kelompok usia Anda. Masalah serius seperti fibroid uterus, polip, atau bahkan kanker dapat menjadi sebab perdarahan abnormal.

Baik pada remaja maupun wanita menjelang menopause, perubahan hormon dapat menyebabkan siklus haid tidak teratur
»»  BACA SELANJUTNYA

Rabu, 11 Juli 2012

Anda Penyuka Cinta Satu Malam? Ini Resikonya!


Jika Anda seorang yang menikmati model percintaan satu malam, atau juga dikenal dengan istilahone night stand, sebaiknya Anda mulai memikirkan sejumlah risiko yang bisa ditimbulkan dari hubungan jenis ini.
Selain risiko lebih tinggi terjangkit penyakit menular seksual atau PMS, jenis hubungan seperti ini juga memberikan risiko lain, termasuk kepada psikologis Anda. Seperti dilansir dari Time of India, ada empat risiko yang bisa ditimbulkan dari kegiataan percintaan singkat ini.

Lebih mudah mengalami depresi
Selain PMS, depresi juga bisa ditimbulkan akibat hubungan ini. Banyak penelitian membuktikan bahwa semakin pendek hubungan, semakin tinggi kemungkinan pelaku mengalami depresi.
Hubungan jenis ini juga akan mengancam masa depan dan rendahnya tingkat kepercayaan kepada pasangan tetap nantinya. Kecurangan seperti perselingkuhan dan pengkhianatan menjadi umum terjadi nanti.
Stres karena kurangnya komitmen
Cinta satu malam dipilih karena terkadang mereka tidak harus berkomitmen. Namun ternyata di sini dianggap bahayanya.
Secara emosional hubungan ini dapat melemahkan Anda dan menyebabkan stres jangka panjang yang timbul dari pemenuhan emosional tidak lengkap dan tidak memuaskan.

Cinta satu malam tanpa kondom adalah ide buruk
Terkadang diremehkan hanya karena menganggap ini akan berjalan singkat dan tidak akan ada kelanjutan. Padahal, pria atau wanita pelaku jenis hubungan ini dengan membawa kondom adalah keharusan jika Anda ingin menghindari kehamilan yang tidak diinginkan atau penyakit menular seksual.

Jika dikombinasikan dengan alkohol dan obat-obatan, ini mematikan
Sering kali hubungan cinta satu malam melibatkan alkohol dan obat-obatan untuk memberi kekuatan. Ini sangat menghancurkan dan sama sekali tidak akan mencapai kepuasan seksual.
Anda hanya akan dipaksa menikmati hubungan seksual yang berisiko dan tidak sehat!
»»  BACA SELANJUTNYA