Social Profiles

Senin, 03 Desember 2012

Sexklopedia: 4 Mitos Salah Tentang Ejakulasi Dini



Bagi pria mengalami ejakulasi dini adalah hal yang sangat memalukan dan bisa membuat stres. Sayangnya tidak banyak pria tahu soal cara mengatasi ejakulasi dini tersebut.

Ditambah lagi adanya berbagai mitos soal ejakulasi dini. Mitos-mitos tersebut bisa membuat pria semakin tidak paham bagaimana mengatasi masalahnya itu.

Sebelum terpuruk lebih jauh, kenali empat mitos salah soal ejakulasi dini berikut ini, seperti dikutip dari askdanandjennifer:

Mitos 1: Pria yang Ejakulasi Dalam 2 Menit Berarti Mengalami Ejakulasi Dini

Mitos pertama ini sangat subyektif. Seorang pria dikatakan ejakulasi dini jika dia memang secara konstan atau terus-menerus hanya bisa bertahan selama dua menit saat bercinta. Tapi bukan berarti pria yang dalam dua menit sudah ejakulasi, disebut mengalami ejakulasi dini.

Jika dalam dua menit itu, si pria sudah bisa membuat pasangannya orgasme, tentu saja dia tidak dapat dikatakan menderita ejakulasi dini. Seorang pria bisa dikatakan punya performa seks yang baik kalau wanitanya bisa terpuaskan meskipun itu baru sebentar saja sesi bercinta dimulai.

Mitos 2: Beberapa Pria Terlahir dengan Kemampuan Bisa Bertahan Lama Saat Bercinta

Tentu saja mitos kedua ini salah. Tidak ada pria yang terlahir dengan kemampuan bertahan lama ketika berhubungan intim dengan pasangannya. Hal itu justru bertetangan dengan kehendak alam. Pria memang seharusnya klimaks dengan cepat karena itu menunjukkan kemampuannya seberapa banyak bisa mengeluarkan sperma untuk membuahi sel telur. 

Mitos 3: Tidak Ada Cara untuk Mengatasi Ejakulasi Dini

Pria tentu saja tidak punya kemampuan alami untuk bertahan lama saat bercinta. Kemampuan itu bisa diperolehnya dengan berlatih. Pria yang baru bercinta untuk pertamakalinya biasanya belum punya kemampuan mengontrol ejakulasinya itu. Namun dengan semakin sering bercinta dan berlatih tekniknya, lama kelamaan dia pun mampu menahan ejakulasinya. 

Wolipop pernah menuliskan bagaimana caranya untuk mengatasi ejakulasi dini: 4 Cara Membantu Si Dia Atasi Ejakulasi Dini.

Mitos 4: Teknik Mengalihkan Pertahan, Cara Ampuh untuk Seks yang Tahan Lama

Beberapa pria menganggap dengan memikirkan hal selain seks bisa mencegah mereka ejakulasi terlalu cepat. Tentu saja hal itu sulit dilakukan kalau ternyata hubungan seks tersebut sangat dinikmati. Coba pikir lagi, buat apa Anda bercinta kalau Anda justru memikirkan hal lain bukan soal seks itu sendiri?

Jadi, sebenarnya yang bisa membuat Anda bertahan lama adalah dengan sering berlatih. Cobalah lakukan berbagai cara seperti senam otot dasar panggul atau berganti posisi bercinta.

»»  BACA SELANJUTNYA

Sexklopedia: 4 Rahasia Agar Pasangan Tidak Alami Ejakulasi Dini



Salah satu yang kerap jadi keluhan para wanita adalah pasangan mereka tidak bisa bertahan lama saat bercinta. Masalah ini sebenarnya bisa diatasi, asal tahu caranya.

Sebelum bicara lebih jauh soal ejakulasi, Anda perlu paham dulu proses ereksi pada pria. Menurut konsultan seks wolipop, dr. Vanda Mustika, ereksi dapat terjadi melalui dua mekanisme yaitu efek psikologis dan adanya rangsangan langsung di Mr Happy.

Ereksi akibat efek psikologis terjadi akibat adanya stimulus yang diterima oleh otak. Stimulus tersebut dapat berupa visual, ataupun rangsangan di titik erotis yang memberikan sinyal ke otak dan kemudian otak memberikan impuls untuk terjadinya ereksi.

Sedangkan mekanisme terjadinya ereksi yang kedua adalah akibat adanya rabaan dan tekanan pada Mr. Happy yang memancing timbulnya refleks untuk terjadinya ereksi. Setelah terjadi ereksi maka kelenjar di sekitar Mr. Happy mengeluarkan cairan bening yang selain berfungsi sebagai cairan lubrikasi juga berfungsi untuk membersihkan bagian dalam saluran kencing untuk lewatnya sperma.

Setelah Anda paham soal ereksi, kini saatnya tahu mengenai ejakulasi. Ejakulasi merupakan proses yang lebih kompleks. Ejakulasi terjadi akibat adanya rangsangan berulang pada Mr. Happy, yang menimbulkan sensasi seksual yang makin lama makin tinggi hingga akhirnya mencapai tingkat orgasme dan ditandai dengan keluarnya sperma.

Biasanya, pada pria yang baru melakukan hubungan seksual, sensasi nikmat yang baru dirasakan ini menyebabkan sistem adrenalin tubuh bekerja lebih cepat dan membuat proses ejakulasi lebih cepat terjadi atau dikenal dengan nama ejakulasi dini. Namun melalui proses belajar, lama kelamaan biasanya ejakulasi dapat terjadi lebih lama.

Jika sudah lama menikah dan sering berhubungan intim, ejakulasi masih saja terjadi lebih cepat, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut. Berikut ini beberapa caranya seperti disarankan oleh dr. Vanda Mustika:

1. Komunikasi
Hal pertama yang harus dilakukan saat pasangan selalu mengalami ejakulasi dini adalah mengobrol atau berkomunikasi dengannya. Tentunya masalah ini mengganggu Anda karena di saat Anda belum mencapai orgasme, si dia justru sudah meraih klimaksnya.

"Jika tidak dibicarakan, suami tidak akan pernah tau ketidakpuasan istri selama ini. Maka coba bicarakan dengan suami, karena sebenarnya suami juga memiliki kewajiban untuk memuaskan istri," tutur dr. Vanda.

Setelah dibicarakan maka Anda dan pasangan dapat menemukan jalan bagaimana caranya agar sama-sama bisa mendapatkan kepuasan seksual. Perlu diingat, untuk mendapatkan kepuasan seksual bersama dibutuhkan kerjasama Anda dan pasangan.

2. Foreplay Lebih Lama
Berapa lama selama ini foreplay yang Anda lakukan dengan pasangan? Beberapa pasangan terkadang lupa akan pentingnya foreplay. Jika Anda termasuk yang melakukan hal itu, berubahlah.

Debby Herbenick, PhD, MPH, seorang pakar seks dari Indian University, Amerika Serikat, menyarankan agar pasangan meluangkan waktu untuk melakukan foreplay. Foreplay bermanfaat untuk mendapatkan rangsangan lebih.

"Ketika tubuh wanita menjadi sangat terangsang, otot-ototnya akan menarik rahim ke atas, sehingga akan memiliki banyak ruang di dalam vagina," kata Dr. Herbenick seperti yang dikutip dari twodaymag.

3. Senam Otot Dasar Panggul
Coba ajari si dia untuk melakukan senam otot-otot dasar panggul. Caranya adalah dengan mengkontraksikan otot dasar panggul seperti saat kita menahan buang air kecil. Kontraksikan selama 3-5 detik dan usahakan tidak terjadi gerakan yang terlihat dari luar, sehingga yang bergerak murni hanyalah otot dasar panggul.

Lakukan senam ini berulang-ulang setiap harinya. Saat otot dasar panggul sudah kuat, maka saat hendak terjadi ejakulasi, minta pasangan untuk menahannya selama beberapa saat dengan cara kontraksi yang sama.

4. Ganti Posisi Bercinta
Mengganti posisi bercinta juga bisa jadi salah satu cara mengatasi ejakulasi dini. Carilah posisi seks yang lebih merangsang G-spot Anda.

"G spot terletak di dinding depan vagina, kurang lebih sepertiga kedalaman vagina," jelas dr. Vanda.

Posisi yang bisa dilakukan adalah kedua paha Anda merapat atau posisi pasangan mendatangi dari arah belakang. Sebelum pasangan mencapai orgasme, Anda juga bisa mencoba posisi woman on top. Posisi tersebut biasanya membuat wanita mudah meraih klimaks.

»»  BACA SELANJUTNYA

sexklopedia: Pria Sering Masturbasi Bisa Ejakulasi Dini, Mitos atau Fakta?



Ada banyak mitos seks, khususnya mengenai ejakulasi dini. Salah satunya adalah pria yang sering masturbasi pasti akan mengalami masalah ejakulasi dini saat bercinta dengan pasangannya. Apakah hal itu mitos atau fakta?

Terapis seks Ian Kerner mencoba meluruskan empat mitos ejakulasi dini yang selama ini banyak didengar orang, bisa jadi termasuk Anda. Penulis buku She Comes First itu sudah sering menangani berbagai kasus ejakulasi dini. Ini empat mitos yang dipaparkan Ian pada Ask Men:

Mitos 1: Ejakulasi Dini Berkurang Seiring Pertambahan Usia
Sebagian besar pria yang menderita ejakulasi dini, dalam kondisi kronis. Para pria ini tidak tahu bagaimana keluar dari masalah tersebut dan saat usia makin bertambah ejakulasi dini pun tak menjadi lebih baik. Malah menurut Ian, ejakulasi dini bisa semakin buruk seiring pertambahan usia seorang pria. Sudah menjadi hal yang umum kalau pria paruh baya menderita ejakulasi dini dan disfungsi ereksi.

Mitos 2: Sering Masturbasi = Risiko Ejakulasi Dini Makin Besar
Menurut Ian, kebiasaan masturbasi yang sering tidak ada hubungannya dengan ejakulasi dini. Memang mitos yang selama ini beredar, pria yang masturbasi terlalu cepat, melatih tubuhnya untuk ejakulasi dengan mudah. Namun penelitian membuktikan pria dengan ejakulasi dini memiliki kebiasaan masturbasi yang tidak jauh berbeda ketimbang pria yang tak punya masalah ejakulasi. Kesensitifan penis kedua pria tersebut pun sama.

Mitos 3: Teknik Stop & Start
Ian selama ini banyak mendengar kalau teknik stop dan start bisa menyembuhkan penderita ejakulasi dini. Teknik stop dan start yang dimaksud adalah berhenti bercinta sejenak ketika akan ejakulasi dan mulai kembali saat keinginan itu sudah hilang. Teknik itu menurutnya sangat tidak efektif, apalagi jika tujuan bercinta bukan hanya untuk memuaskan pria saja, tapi juga wanitanya.

Untuk mendapatkan orgasme, wanita perlu relaks, keluar sejenak dari dunia nyata dan melepaskan klimaksnya. Penelitian pun menunjukkan, saat bercinta, bagian otak wanita yang berhubungan dengan stres dan kecemasan harus berada dalam kondisi tidak aktif. Lalu apa hubungannya dengan teknik stop dan start? Coba pikikan, bagaimana wanita bisa relaks jika pasangannya mengucapkan kata stop setiap 15 menit sekali saat bercinta. Tentu saja orgasme tidak akan pernah didapat jika hal ini terjadi.

Mitos 4: Ejakulasi Dini Bisa Disembuhkan
Menurut Ian, ejakulasi dini bukan bisa disembuhkan tapi diatasi. Pria dengan ejakulasi dini punya senyawa di otak yang membuat mereka memiliki masalah tersebut. Sehingga ejakulasi dini pun dianggap sebagai kondisi genetis. Untuk mengatasi ejakulasi dini, salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi obat yang direkomendasikan dokter. Dengan obat tersebut pria bisa bertahan lebih lama saat bercinta.

»»  BACA SELANJUTNYA

Ukuran Mr. Happy Penting Saat Bercinta Tapi Bukan Segalanya untuk Wanita



Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan di Universitas Skotlandia menemukan wanita lebih mungkin orgasme saat pasangannya punya Mr. Happy yang panjang. Meski ukuran penting, bagi wanita hal tersebut tetap bukan segalanya.

Penelitian terbaru yang dilakukan ilmuwan di Universitas Skotlandia menemukan wanita lebih mungkin orgasme saat pasangannya punya Mr. Happy yang panjang. Penelitian itu dilakukan oleh psikolog di Universitas West, Skotlandia, Stuart Brody dan timnya.

Ada 323 wanita yang sebagian besar mahasiswi di Skotlandia yang menjadi responden penelitian Brody dan timnya. Mereka ditanya mengenai perilaku seks dan seberapa penting penetrasi penis ketimbang hal-hal lainnya saat bercinta. Responden juga ditanya apakah panjang Mr. Happy mempengaruhi kemampuan mereka untuk bercinta melalui stimulasi Miss V.

Setelah diteliti ditemukan, 160 wanita mengalami orgasme melalui penetrasi Miss V. Dari 160 orang itu, 33,8% mengaku lebih suka Mr. Happy yang panjang. Sementara 60% responden mengatakan ukuran sama sekali tidak berpengaruh. Dan 6,3% mengungkapkan penis yang panjang kurang membuat mereka puas ketimbang yang pendek.

Apakah memang penis yang panjang penting untuk wanita? Penelitian lain yang pernah dilakukan di Inggris, berdasarkan catatan Mens Health mengungkapkan hal berbeda. Dari penelitian itu diketahui 85% wanita sebenarnya puas dengan ukuran penis pasangannya.

Nicole Beland, pakar seks yang sudah menulis banyak buku salah satunya 'Sex: The Whole Picture: The Ultimate How-To for Lovers' mengatakan wanita memang peduli pada ukuran Mr. Happy pasangannya. Tapi ada hal lain yang juga perlu diperhatikan.

"Ya wanita peduli ukuran penis pria. Tapi kalau bicara kepuasaan seksual, penis jauh dari daftar prioritas kami," ujar Nicole, seperti dikutip Mens Health.

Nicole juga mengatakan tidak semua wanita suka penis pria yang besar atau panjang. Malah ukuran penis yang terlalu besar bisa membuat wanita tidak mencapai orgasmenya.

"Wanita sering kesulitan untuk orgasme. Dan oral seks atau stimulasi dengan tangan justru lebih efektif untuk mereka (mencapai orgasme), sama seperti vibrator," jelas Debby Herbenick, Ph.D, pakar seks terkenal asal Amerika dan juga Associate Director Center for Sexual Health Promotion di Indiana University.

Seksolog yang menulis buku 'She Comes First', Ian Kerner, Ph.D. menambahkan daripada memikirkan ukuran penis, para pria seharusnya lebih khawatir bagaimana bisa membuat pasangannya puas. "Biasanya wanita yang mengeluh soal penis kecil, itu karena mereka tidak mendapatkan orgasmenya. Kalau mereka orgasme, hanya itu yang penting, tidak peduli berapapun ukuran penisnya," tutur Ian.

»»  BACA SELANJUTNYA

5 Keuntungan Latihan Yoga bagi Kualitas Seks Anda & Pasangan



Latihan yoga tidak hanya menambah kebugaran tubuh dan menciptakan ketenangan pikiran. Jika dilakukan secara rutin, yoga juga bisa meningkatkan kulitas kehidupan seks Anda dan pasangan.

Menurut penulis buku 'Sexy Yoga' Ellen Barret, yoga bisa meningkatkan fleksibilitas organ genital yang membantu Anda lebih bebas dan ekspresif saat bercinta. Selain itu masih ada keuntungan lain yang didapatkan dari latihan yoga bagi kesehatan seks. Ini dia, seperti dikutip dari Womenshealthmag. 

1. Menambah Gairah Seksual
Yoga meningkatkan kelancaran peredaran darah di seluruh tubuh. Saat darah mengalir ke area intim, akan menghantarkan hawa panas ke seluruh tubuh termasuk tulang panggul dan Miss V. Panas yang terhantar jika dikombinasikan dengan stimulasi seks akan meningkatkan sensitivitas Anda dan akhirnya menambah gairah seksual.

2. Otot Miss V Lebih Kuat
Gerakan-gerakan yoga membentuk dan menguatkan otot-otot tubuh, termasuk tulang panggul Anda yang merupakan bagian terpenting dalam aktivitas bercinta. Yoga bisa memberikan Anda kontraksi yang lebih kuat, kemudian melepaskannya. Cara ini bisa membantu Anda dapatkan orgasme yang lebih intens.

"Semakin sering melatih otot-otot di area reproduksi, akan semakin memungkinkan Anda untuk mengeksplorasi posisi seks yang belum pernah dicoba," jelas pengarah fitnes Becky Jeffers dari Berman Center untuk kesehatan seksual wanita dan menopause, Chicago.

3. Seks Lebih Memuaskan
Fokus pada pernapasan saat bercinta, membantu Anda 'berkomunikasi' dengan suami saat bercinta, tanpa harus berkata-kata. Sangat penting memberitahu pasangan apa yang kita inginkan saat bercinta. Namun tidak mungkin Anda harus berbicara selama penetrasi seks. Oleh karena itu, buatlah pasangan tahu apa yang Anda inginkan lewat desahan atau permainan napas. Mengatur napas bisa dipelajari dengan latihan yoga.

4. Mengurangi Rasa Sakit karena Bercinta
Bagi wanita aktif, terutama yang suka olahraga lari, otot pinggul dan paha biasanya menjadi tegang. Hal ini dapat menghambat kegiatan seks. Otot yang tegang dapat mempengaruhi panggul berkontraksi yang berakibat orgasme tidak mencapai titik maksimal. Latihan yoga mampu mengatasi hal tersebut dengan membuat kondisi badan jauh lebih relaks.

5. Percaya Diri Meningkat
Terbiasa konsentrasi pada setiap gerakan yoga membuat Anda fokus dengan apa yang sedang Anda lakukan. "Ketika Anda menerima diri sendiri, Anda akan tahu apa yang dibutuhkan untuk bisa menikmati aktivitas seksual bersama pasangan," tambah Jeffers.

»»  BACA SELANJUTNYA

6 Kebiasaan Sehari-hari yang Merusak Kehidupan Seks



Apakah kehidupan seks Anda mulai tidak menarik lagi? Anda atau pasangan kehilangan gairah dan tak mood bercinta? Semua masalah itu bisa terjadi karena kebiasaan Anda sehari-hari.

Menonton serial favorit, rutin main game di internet hingga malas berolahraga adalah beberapa hal sehari-hari yang dapat membuat libido pasangan menurun. Inilah tujuh kebiasaan sehari-hari yang merusak kehidupan seks, seperti dipaparkan glo.msn:

1. Waktu Tidur
Berdasarkan penelitian yang dilakukan majalah Women's Health Inggris pada Mei 2012, gairah seks wanita mencapai puncaknya pada hari Sabtu malam sekitar pukul 23.00. Jadi usahakan di malam minggu Anda tidak tidur cepat agar tak kehilangan kesempatan untuk merasakan gairah datang. Malam minggu jadi waktu yang tepat untuk tidur sedikit lebih larut dan bercinta dengan pasangan.

2. Acara TV & Film
Apakah Anda hobi menonton berbagai film dan serial televisi terutama yang bergenre drama percintaan? Jika iya, berhati-hatilah. Menurut penelitian, film dan serial televisi seperti True Blood, Pretty Woman dan Bachelor, bisa membuat Anda merasa tidak puas pada pasangan. "Orang yang percaya gambaran tidak realistis di televisi, komitmen pada pasangan jadi berkurang," jelas sang peneliti, Jeremy Osborn, Ph.D. Penelitian Osborn juga menunjukkan, orang yang sudah terlanjur terpapar dampak film dan serial televis bisa lebih sering membandingkan pasangannya sekarang dengan orang lain.

3. Sibuk dengan Gadget
Televisi bukan satu-satunya teknologi yang bisa merusak kehidupan percintaan. Pada 2011, Mashable pernah melaporkan bahwa satu dari tiga orang rela tidak bercinta ketimbang harus melepaskan diri sejenak dari ponsel atau gadget mereka. Jadi saat di rumah, usahakan Anda tak sibuk sendiri dengan ponsel dan gadget. Berusahalah fokus pada keluarga serta melakukan aktivitas bersama yang dapat membangun keintiman.

4. Malas Olahraga
Sesekali malas berolahraga boleh-boleh saja. Tapi kalau kemalasan itu dilakukan setiap hari, kehidupan seks bisa kena dampaknya. Olahraga terbukti bisa meningkatkan libido. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Universitas Texas, wanita yang berolahraga 20 menit, sebelum ditunjukkan film erotis, menjadi lebih bergairah ketimbang mereka yang tidak olahraga. 

5. Facebook & Twitter
Sekarang ini sosial media sudah jadi bagian kehidupan sehari-hari yang sulit dilepaskan. Update status atau menuliskan hal apapun di Facebook atau Twitter menjadi agenda wajib setiap harinya. Apakah Anda tahu kalau kebiasaan tersebut bisa merusak kehidupan seks. Penelitian yang dilakukan di Swedia menemukan wanita yang aktif di Facebook berisiko merasa tidak bahagia dan kurang bahagia pada kehidupan mereka.

6. Lupa Berterimakasih
Seberapa sering Anda berterimakasih pada pasangan? Jika jarang, bisa jadi itulah penyebab Anda tak lagi bergairah untuk bercinta. Penelitian yang dilakukan Universitas California menemukan bahwa mengucapkan terimakasih bisa membuat pasangan lebih saling menghargai dan memperkuat komitmen. Penelitian lainnya yang dimuat dalam jurnal Psychological Science menunjukkan, mengucapkan terimakasih pada pasangan membuat Anda menumbuhkan perasaan positif pada hubungan yang dijalani.

»»  BACA SELANJUTNYA

6 Nutrisi Penting untuk Tingkatkan Stamina Seks



 Ketika stamina untuk bercinta menurun, jangan langsung meminum suplemen atau obat penambah libido yang biasa dijual di pasaran. Ada cara alami dan lebih aman yang bisa menambah stamina seks sehingga performa bercinta bisa lebih baik. Caranya? Mulailah dengan mengubah kebiasaan diet Anda. Beberapa jenis makanan ternyata memiliki nutrisi yang bisa membuat aktivitas bercinta bertahan lebih lama. Ini dia beberapa nutrisi tersebut, seperti dilansir Livestrong.

1. Citruline
Zat yang banyak terdapat dalam buah semangka ini kerap disebut-sebut sebagai 'Viagra alami' karena bisa meningkatkan jumlah nitric acid dalam tubuh. Nitric acid membantu mengantarkan oksigen lebih lancar ke darah, meningkatkan aliran darah dan stamina seksual.

2. Vitamin E
Tak hanya menyehatkan kulit, kuku dan rambut, vitamin E juga vitamin penting untuk meningkatkan stamina seks. Vitamin yang banyak terdapat pada kacang almond, kacang pinus dan bayam ini punya kemampuan meningkatkan produksi hormon seks, ketertarikan, gairah dan mood bercinta. Sebagai antioksidan, vitamin E juga memperlambat proses penuaan yang secara tidak langsung memperpanjang kemampuan Anda dan pasangan untuk mendapatkan seks berkualitas.

3. Phenylalanine
Cokelat kaya akan phenylalanine, salah satu jenis asam amino yang meningkatkan level endorphin --hormon yang meningkatkan mood-- dan bereaksi sebagai aphrodisiac. Sumber lain phenylalanine terdapat di kacang almond, alpukat, nanas dan bayam.

4. Asam Lemak Omega-3
Omega-3 baik untuk jantung, dan baik juga untuk hormon Anda. Lemak Omega-3 merupakan jenis lemak tak jenuh ganda yang diproses oleh liver untuk memproduksi hormon seks testosteron dan estrogen. Hal ini membuat gairah dan stamina bercinta Anda meningkat sehingga memungkinkan performa seks yang baik dan lebih lama.

5. Vitamin C
Vitamin C merupakan antioksidan yang bisa melibas radikal bebas, sebelum ia menurunkan tingkat nitric acid dalam tubuh. Semakin tinggi level nitric acid maka semakin tinggi pula konsentrasi oksigen di darah Anda. Konsumsilah buah kiwi, guava atau berry segar untuk mendapatkan asupan vitamin C yang cukup secara alami.

6. Vitamin A
Kekurangan vitamin A sering dihubungkan dengan berkurangnya produksi hormon seks pada pri maupun wanita. Bahkan kondisi ini juga bisa menyebabkan penyusutan ukuran testis pada pria, dan berhentinya pertumbuhan ovarium di wanita. Konsumsilah vitamin A dengan benar dengan memasukkan ubi manis, mangga, tomat, aprikot dan sayur serta buah berwarna merah dan oranye dalam menu diet Anda

»»  BACA SELANJUTNYA