Social Profiles

Kamis, 29 November 2012

Survei: Kebanyakan Remaja Mengenal Seks dari Teman-temannya



Semakin banyaknya kasus kehamilan di usia dini dan perilaku seks bebas di kalangan remaja disebabkan oleh kurangnya pendidikan seks. Sebuah survei menyatakan bahwa kasus ini meningkat karena kebanyakan remaja belajar tentang seks dari teman-temannya dan bukan dari keluarganya.

"Fakta bahwa orang tua tidak terlibat dengan pendidikan seks terhadap anak-anaknya telah menjadi perhatian besar, mengingat betapa banyaknya kasus seks bebas yang terjadi di kalangan remaja," kata Tewodros Melesse, Direktur International Planned Parenthood Federation (IPPF) dalam sebuah pernyataan yang dilansir Health24, Rabu (28/11/2012).

Berdasarkan survei yang dilakukan IPPF terhadap 7662 orang yang terbagi ke dalam dua kelompok usia yaitu 16 sampai 24 tahun dan usia 25 sampai 34 tahun. Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 38 persen remaja mengaku mendapatkan informasi dan belajar seputar seks dari teman-teman sebayanya.

Sebanyak 19 persen peserta survei menyatakan bahwa dirinya belajar tentang seks melalui televisi dan media lainnya seperti majalah. Sekitar 18 persen mengaku mendapatkan pendidikan tentang seks dari pelajaran sekolah, yang mengarah ke seks sehat dan himbauan untuk menghindari seks bebas.

14 Persen peserta menyatakan bahwa informasi tentang seks diperolehnya dari akses internet. Sedangkan 4 persen sisanya, mendapatkan pendidikan seks melalui keluarganya. Hal ini cukup memprihatinkan ketika anak-anak dan remaja mengenal seks dari orang lain atau dari media lain tanpa adanya pengawasan dari orang tua.

"Anak-anak dan remaja sebenarnya membutuhkan pendidikan seks mulai dari lingkungan keluarga, agar orangtua mampu memberikan pengarahan terhadap mana yang baik dan mana yang harus dihindari, mengajarkan tentang kesehatan seksual, dan perilaku yang bertanggung jawab," kata Melesse.

Keluarga yang tidak membentengi anaknya dengan pendidikan seks, membuat anak-anak mencari tau sendiri tentang seks. Di usia yang sangat muda, remaja memiliki rasa ingin tahu yang besar sehingga pendidikan yang kurang dapat memicu keinginan untuk sekadar coba-coba soal seks.

Akibatnya terjadilah perilaku seks yang tidak bertanggung jawab di usia muda hingga terjadi seks bebas yang berbahaya terhadap risiko kehamilan dini dan penularan penyakit menular seksual. Sebuah survei lain menyatakan bahwa sekitar 12 persen remaja yang tidak memiliki latar belakang pendidikan seks yang kuat, telah berhubungan seks di usia di bawah 14 tahun.

Sedangkan sekitar 22 persen remaja yang terlibat dalam survei tersebut telah melakukan hubungan seks antara usia 14 sampai 16 tahun. Kemudian sisanya sebanyak 37 persen melakukan hubungan seks pertama kali di usia lebih dari 16 tahun.

Hal ini tidak hanya terjadi pada remaja yang hidup di perkotaan saja yang identik dengan pergaulan bebas, perhatian keluarga yang kurang, dan arus informasi yang mengalir deras dari berbagai media. Remaja yang tinggal di pedesaan pun banyak yang terjerumus untuk melakukan hubungan seksual di usia muda karena kurangnya informasi dan pendidikan tentang seks.

Oleh karena itu, peran orangtua dituntut untuk membekali anak dan remaja tentang pendidikan seks yang sehat. Setelah itu pendidikan seks di sekolah perlu ditingkatkan, pengarahan terhadap media yang tepat, dan yang terakhir adalah pengarahan agar remaja lebih berhati-hati dalam bergaul dengan teman-temannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.